Kereta Api
Mengenang Kipli, Arek SD Tewas di Perlintasan Kereta Api
Jenazah korban terserempet Kereta Api, Rafli Ahmad (9), dimakamkan di TPU Bagong Ginayan, Surabaya, Jumat (7/8/2015) sore.
Penulis: Zainuddin | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Jenazah korban terserempet Kereta Api, Rafli Ahmad (9), dimakamkan di TPU Bagong Ginayan, Surabaya, Jumat (7/8/2015) sore. Isak tangis keluarga korban mengiringi korban sejak rumah duka sampai TPU.
Arek SD yang akrab dipanggil Kipli itu adalah anak sulung pasangan Nuarni dan Ifa. Kipli adalah satu-satunya anak laki-laki dari pasangan ini. Dua saudaranya adalah wanita.
Informasi yang dihimpun Surya, orangtua korban sama-sama bekerja. Selama orangtuanya bekerja, korban diasuh oleh kakek atau neneknya.
Kadang korban tinggal di rumah kakek dari bapaknya. Kadang korban tinggal di rumah kakek dari ibunya. Korban baru bersama orang tuanya setelah orang tuanya pulang kerja.
“Kalau siang, ya pindah-pindah. Kan rumah dua kakeknya itu saling berdekatan,” kata bibi korban, Iin.
Saat itu korban baru saja pulang dari sekolah. Korban pulang hanya untuk ganti baju. Setelah itu korban kembali keluar rumah. Korban bermain bersama teman-temannya.
Menurutnya, korban memang sering bermain usai sekolah. Bila tidak bermain di sekitar rumah, korban biasanya bermain play station (PS) di rumah yang tidak jauh dari rumahnya.
“Saya tidak tahu dia tadi bermain sama siapa saja,” tambahnya.
Baca selengkapnya di Harian SURYA
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA