Jumat, 10 April 2026

Muktamar NU

Front Nahdliyin Desak Calon Ketum PBNU Harus Melek Agraria

"Jujur kami belum lihat NU punya rekam jejak yang solid dan serius terhadap perusakan lingkungan di Indonesia. NU tidak boleh longgar dari kapitalisme

Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni

SURYA.co.id| JOMBANG - Front Nahdliyin untuk kedaulatan sumberdaya alam mendesak agar calon Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang terpilih nanti melek agraria.

Desakan itu didasari banyaknya konflik agraria di pedesaan yang notabene menjadi basis warga NU.

Front Nahdliyin bersama Sayogya Institue, Walhi, KontraS, Desantara dan lembaga-lembaga no pemerintah lainnya menilai penting bahasan agraria di kalangan NU.

Selama ini, NU dinilai masih belum peka melakukan advokasi terhadap kelompoknya di pedesaan yang mengalami konflik.

"Jujur kami belum lihat NU punya rekam jejak yang solid dan serius terhadap perusakan lingkungan di Indonesia. NU tidak boleh longgar dari kapitalisme ekstraktif yang masuk ke desa-desa," kata Roy Murtadho dari Front Nahdliyin untuk kedaulatan sumberdaya alam, Selasa (4/8/2015).

Hal senada juga disampaikan oleh Fathkul Khoir dari KontraS Surabaya.

Ia berharap siapapun yang terpilih menjadi Ketum PBNU nantinya bisa berkontribusi besar mengayomi warga Nahdliyin di desa yang dekat dengan konflik agraria.

Saat konferensi press di media center Muktamar ke 33 NU di SMA N 1 Jombang, Fatkhul mengaku mendapat laporan ada dua petani di Lumajang yang ditahan di Polres.

Mereka ditahan di Polres lantaran mengalami konflik agraria dengan suatu korporasi. Namun belum ada tindakan pendampingan kepada mereka.

"Padahal mereka warga NU juga," tuturnya.

Dalam data yang disampikan dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), pada 2014 ada 472 konflik dengam luasan area 860.977,07 ha.

Konflik itu melibatkan 105.887 KK. sektor infrastruktur menjadi sumber konflik tertinggi dengan prosentase 45,55 persen.

"Kami akan terus berkonsolidasi mengawal poin-poin penting diskusi kami selama di Muktamar ke 33 NU ini. Point-point itu akan kami bawa pada Ketum PBNU yang baru terpilih," kata Roy mengakhiri.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved