Muktamar NU
Gus Sholah Protes Nama Hasyim Muzadi Tak Masuk Ahwa
Adik Gus Dur ini, dirinya menilai ada yang aneh dengan nama yang diusulkan PBNU masuk Ahwa.
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | JOMBANG - Pengasuh Ponpes Tebuireng, Jombang KH Sholahudin Wahid mempertanyakan alias protes tidak masuknya nama mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dalam 39 nama ahlul halli wal aqdi (Ahwa).
Protes itu disampaikan Gus Sholah, dalam press conference di Media Center Muktamar NU, Minggu (2/8/2015).
Menurut Gus Sholah, dirinya sebenarnya setuju jika sistem Ahwa atau musyawarah mufakat dipakai dalam muktamar NU.
Tapi, kepastian Ahwa dipakai atau tidak harus dibahas terlebih dahulu dalam pleno muktamar. Sesuai dengan konteks organisasi dan AD/ART. "Bukan konteks keagamaan," jelasnya.
Sehingga meski forum Konbes dan Munas PBNU setuju menggunakan Ahwa, tetap keputusan terkait Ahwa itu harus mendapat persetujuan muktamirin di muktamar ke-33 ini.
"Yang namanya rekomendasi, itu kepada muktamar. Jadi, biarkan muktamar yang menentukan," tegas Kyiai yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Tanfidziah PBNU ini.
Apalagi, lanjut adik Gus Dur ini, dirinya menilai ada yang aneh dengan nama yang diusulkan PBNU masuk Ahwa.
Dari 39 nama Kyiai dan Bu Nyai NU, nama KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua Umum PBNU yang saat ini menjabat Anggota Aam PBNU malah tidak ada.
Namun tak mau dituding membela Hasyim Muzadi, Gus Sholah buru-buru menimpali, bahwa dirinya tidak punya urusan dan kepentingan dengan Kyiai Hasyim.
"Saya tak ada urusan dengan KH Hasyim Muzadi. Saya sendiri sudah berbulan-bulan lalu menolak sistem Ahwa," kilahnya.
"Kalaupun dilakukan, saya setuju baru dilakukan pada Muktamar berikutnya. Tapi semua tergantung para muktamirin," imbuh Gus Sholah.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/0208gus-sholah3_20150802_145340.jpg)