Bidik Misi
Melihat dari Dekat Proses Wawancara Jalur Bidik Misi di Unair
"Agar kami sendiri tidak terhanyut dengan kisah mereka. Karena ada yang baru duduk di depan kami sudah nangis. Kan kita juga harus menenangkan dia."
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Seleksi calon mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) jalur Bidik Misi berlangsung ketat. Salah satunya ialah tes wawancara yang akan diverifikasi oleh verifikator.
Sebanyak 258 calon mahasiswa Bidik Misi jalur SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) diverifikasi melalui wawancara mulai Kamis (30/7/2015) di Student Centre Kampus C Unair.
Terlihat tim verifikator menanyakan berbagai macam pertanyaan untuk camaba. Seperti yang terjadi pada Ragil Setia.
Alumni SMKN 5 ini hanya butuh waktu 10 menit untuk wawancara. Ketika ditanyai pekerjaan orangtua, Ragil menjawab selama ini justru dia hiduo mandiri, bapaknya sedang sakit di rumah.
Ia mengaku sejak sekolah ia juga bekerja. "Pas sekolah saya nyambi kerja di tempat saya magang, pabrik minyak goreng," ungkap anak terakhir ini.
Ternyata, Ragil sudah ditinggal lama ibunya sejak masih duduk di bangku SD.
Ia yang ambil jurusan Teknik Industri Hasil Pangan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Unair ini, juga nyambi kerja sebagai pelatih paskibra (pasukan pengibar bendera) di SMP Ipiems.
"Kalau lolos Bidik Misi ini ya saya tetap kerja. Walaupun uang kuliah dibiayai, kan buat biaya hidup juga bagaimana kalau nggak kerja," paparnya.
Kasub Kesejahteraan Kemahasiswaan Unair, Trias Sarwendyah, mengatakan bahwa ada syarat utama untuk memastikan camaba bidik misi itu lolos atau masuk kategori terindikasi.
"Patokannya itu, salah satu orangtuanya sudah meninggal dunia. Lalu yang kedua penghasilan yang di bawah satu juta atau minimal Rp 750.000," terangnya.
Camaba ini juga tetap membawa berkas seperti foto keluarga, foto tempat tinggal. "Karena Bidik Misi ini tidak sembarangan. Kami juga harus selektif ketika berhadapan dengan mereka yang akan kami wawancara," tambahnya.
Trias pun mengungkapkan, ketika mewawancara camaba Bidik Misi ini, ia harus menahan emosi.
"Agar kami sendiri tidak terhanyut dengan kisah mereka. Karena ada yang baru duduk di depan kami sudah nangis. Kan kita juga harus menenangkan dia," ungkapnya.
Penerimaan Bidik Misi di Unair ini didahului pendaftaran. Lalu serangkaian jadwal seperti tes wawancara yang disusul verifikasi.
Bidik Misi di Unair dibuka sejak 2010, total menerima 500 mahasiswa. Lalu tahun 2011 menerima 750 mahasiswa, tahun 2012 menerima 800, tahun 2013 menerima 900 mahasiswa, serta tahun 2014 menerima 698 mahasiswa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/student-centre-unair-kampus-c-surabaya-bidik-misi_20150730_211044.jpg)