Berita Madiun

Kemarau Panjang, Para Pelajar Madiun Manfaatkan Sungai untuk Mandi

Siswa kelas V SDN Plumpungrejo 2 ini mengaku tidak hanya bisa berhemat air bersih saat mandi di sungai, tetapi tubuh mereka bisa rileks.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Parmin

SURYA.co.id | MADIUN - Belasan siswa kelas II hingga VI SDN Plumpungrejo 2, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun memanfaatkan pintuWaduk Dawuhan untuk mandi, Kamis (30/07/2015).

Mereka sengaja mandi berjam-jam di aliran sungai yang cukup deras itu itu, lantaran sejak pagi sudah pulang sekolah. Alasannya, mereka dipulangkan lebih awal lantaran para guru dan Kepala Sekolah (Kasek) SDN Plumpungrejo 2, melaksanakan acara Halal Bihalal di UPT Dinas Pendidikan, Kecamatan Wonoasri.

"Lah semua guru meminta kami belajar di rumah. Paska ganti pakaian kami selalu mandi di dam kecil pintu air waduk ini karena hawa diluar rumah terasa panas. Apalagi, mandi di rumah akan mengurangi jatah air bersih untuk masak di musim kemarau," terang Franky Kurdiansyah, Kamis (30/07/2015).

Siswa kelas V SDN Plumpungrejo 2 ini mengaku tidak hanya bisa berhemat air bersih saat mandi di sungai, tetapi tubuh mereka bisa rileks sekaligus berolahraga lantaran bisa berenang di pintu air.

"Tak ada yang sedih kalau sudah mandi di sungai. Kalau mandi di sunga yang bersamaan seperti ini. Kami terasa lebih riang dan bisa melepas bebas pelajaran atau lainnya," imbuhnya.

Bahkan mandi di sungai seperti itu hanya dengan menggunakan celana dalam, bisa menambah keakraban antarteman dan antar lintas usia di kampung itu. Oleh karenanya, mereka yang mandi di sungai itu selalu tertib saat melaksanakan terjun bebas baik dari pintu pengaturan air maupun dari plengsengan penyangga sungai dam itu.

"Nggak ada yang rebutan, karena ini menambah keakraban kami sebagai anak desa. Kan banyak yang mandi selain ada anak kelas V dan VI juga ada yang masih kelas II dan kelas III yang usinya jauh dibawa kami," ungkapnya.

Seorang siswa SDN lainnya, Erent, mengaku hampir setiap hari mandi di sungai sejak memasuki musim kemarau. Alasannya, selain air deras sungai dan dam tak sederas saat musim penghujan juga disebabkan udara yang cukup panas di luar rumah.

"Udaranya cukup panas saat musim kemarau. Kalau sekolah pulang pagi ya mandi di sungai sejak pagi," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved