Lebaran 2015
59 Orang Tewas Selama 14 Hari di Jatim, Lebih Sedikit dari Tahun Lalu
Selama H-7 hingga H+7 lebaran Idul Fitri, tercatat ada 705 peristiwa kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur mengakibatkan 59 korban tewas.
Penulis: M Taufik | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Operasi Ketupat Semeru 2015 sudah ditutup. Selama H-7 hingga H+7 lebaran Idul Fitri, tercatat ada 705 peristiwa kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur mengakibatkan 59 korban tewas, 142 luka berat dan 1.029 luka ringan.
Dari evaluasi yang dilakukan Polda Jatim, jumlah itu mengalami penurunan dibanding Ops Ketupat Semeru 2014 lalu. Di mana, pada Lebaran 2014 terjadi 710 kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 92 korban tewas, 140 luka berat, dan 1.060 korban luka ringan.
"Dari rekapan tersebut, peristiwa kecelakaan mengalami penurunan sekitar satu persen. Kemudian korban tewas turun hingga 36 persen, dan luka ringan turun tiga persen. Hanya korban luka berat naik satu persen," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuono, Minggu (26/7/2015).
Kondisi ini terbilang beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Setiap tahun biasanya angka kecelakaan selama arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri selalu mengalami peningkatan.
"Ini tak lepas dari upaya petugas di lapangan. Sejak awal semua titik rawan, termasuk rawan macet dan rawan kecelakaan, sudah dipetakan. Kemudian ditempatkan personil di lokasi-lokasi rawan tersebut untuk melakukan antisipasi," lanjut Argo.
Dan diharapkan, penurunan angka kecelakaan terus terjadi di tahun-tahun berikutnya. Termasuk saat musim lebaran maupun pada hari-hari biasa, diharap angka kecelakaan dapat terus ditekan.