Lebaran 2015
Kecelakaan di Bojonegoro Meningkat
Jalur Ngawi-Bojonegoro-Babat saat ini kondisi jalannya sudah mulus, sebagian jalur telah dibeton dan diaspal sehingga enak untuk dilalui.
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | BOJONEGORO - Kecelakaan di Bojonegoro pada saat Lebaran Tahun 2015 tercatat 24 kejadian, meningkat dibanding tahun lalu, 22 kecelakaan.
"Pencatatan kecelakaan dihitung mulai tanggal 10 sampai 22 Juli 2015. Dari jumlah kecelakaan tersebut, satu orang meninggal dunia, enam orang luka berat, 59 luka ringan, dan kerugian material mencapai Rp 21,2 juta," kata Kepala Unit Kecelakaan Satuan Lalu Lintas Polres Bojonegoro Ipda Sarwono, Sabtu (25/7/2015).
Ia menambahkan, Tahun 2014, jumlah korban 46, seorang meninggal dunia, seorang luka berat, dan 44 kluka ringan. Untuk tahun ini, korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Jalan Untung Suropati Bojonegoro.
“Namun untuk pemudik tidak ada yang menjadi korban kecelakaan. Hanya saja, terjadi kemacetan di beberapa titik, terutama di wilayah Bojonegoro ke timur,” papar Sarwono, Sabtu (25/7/2015).
Kecelakaan paling banyak terjadi di jalur poros kecamatan karena di daerah tersebut sepi dan pengguna jalan kebut-kebutan. Sedangkan untuk jalur besar, seperti jalur Bojonegoro-Babat nihil kecelakaan.
Menurut Adang (42), warga Kecamatan Purwosari, jalur Bojonegoro kini sering dilalui oleh kendaraan plat B. “Dulu jalur Bojonegoro ini jarang dilewati pemudik. Namun sejak dua tahun terakhir kendaraan yang melintas saat arus mudik dan arus balik Lebaran cukup banyak,” terangnya.
Jalur Ngawi-Bojonegoro-Babat saat ini kondisi jalannya sudah mulus, sebagian jalur telah dibeton dan diaspal sehingga enak untuk dilalui. Tinggal ada beberapa ruas jalan yang kondisinya masih rusak dan belum diperbaiki seperti di wilayah Kecamatan Padangan, Purwosari, hingga Gayam sepanjang 20 Kilometer.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA