Lebaran 2015
5.200 TKI Asal Jatim Balik ke Hongkong, Total Remitansi Rp 1,2 Triliun
Dari sekitar 5.200 orang TKI yang balik ke luar negeri tersebut, sebagian besar berasal Malang, Ponorogo, Banyuwangi, Blitar, dan Tulangagung.
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak 5.200 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Jatim balik kembali ke negara tempat mereka bekerja.
Itu dilakukan setelah mereka mudik dan merayakan Lebaran Idul Fitri 1436 Hijriyah di kampung halaman masing-masing.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Pemprov Jatim Sukardo mengatakan, dari sekitar 5.200 orang TKI yang balik ke luar negeri tersebut, sebagian besar berasal Malang, Ponorogo, Banyuwangi, Blitar, dan Tulangagung.
"Mayoritas dari mereka bekerja di Hongkong dan Taiwan. Setelah itu, baru beberapa negara lain, seperti Singapura dan Malaysia," ujarnya, kepada Surya, Jumat (24/7/2015).
Sukardo berharap, saat tiba kembali ke negara tempatnya bekerja, ribuan TKI asal Jatim dapat membawa dan menyebarkan virus kedamaian, berperilaku baik, dan profesional dalam bekerja.
"Etos dan semangat kerja juga harus lebih ditingkatkan," harapnya.
Ditambahkan, pulang kampungnya ribuan TKI juga meningkatkan jumlah remitansi atau uang kiriman ke keluarga yang ada di kampung halaman.
Sukardo menyebut, berdasar data yang diterimanya, jumlah remitansi TKI asal Jatim hingga menjelang Lebaran kemarin mencapai Rp 1,2 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan remitansi yang dikirim pada Lebaran tahun sebelumnya.
"Saat Lebaran tahun 2014, remitansi TKI tidak sampai Rp 1 triliun," imbuh Asisten IV bidang Administrasi Umum Setdaprov Jatim ini.
Dari Rp 1,2 triliun remitansi tersebut, aliran terbesar menuju daerah yang menjadi kantong-kantong TKI di Jatim. Seperti Malang, Ponorogo, Banyuwangi, Blitar, dan Tulangagung.