Rabu, 15 April 2026

Berita Madura

Tokoh Madura Bahas Pembentukan Provinsi di Kampus Trunojoyo

Seperti halnya Mubes pertama sampai ketiga, Mubes ke empat kali ini tetap mengusung isu sentral pembentukan Provinsi Madura.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Yuli
a faisol
Musyawarah Besar (Mubes) Masyarakat Madura selalu digelar di Surabaya. Kali ini, Mubes IV akan digelar di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Sabtu (25/7/2015). 

SURYA.co.id | BANGKALAN - Wacana pembentukan Provinsi Madura kembali akan menjadi pokok bahasan dalam Musyawarah Besar (Mubes) IV Masyarakat Madura di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Sabtu (25/7/2015).

Mubes sekaligus halal-halal bihalal itu dipastikan dihadiri para tokoh Madura seperti mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, mantan Kapolri Jenderal Polisi (Purn) H Roesmanhadi, mantan Kepala Badan Intelejen Strategis (Bais) Letjen (purn) H Ari Sudewo, dan mantan KSAL Laksamana TNI (Purn) H Achmad Sutjipto.

Selain itu, akan hadir pula Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi, anggota BPK RI Achsanul Qosasi, tokoh ulama Madura KH Nuruddin A Rahman, dan tokoh Madura RH Alibadri Zaini.

Rektor UTM Dr Drs Ec H Muh Syarif, Msi, menegaskan, kesiapannya menjadi tuan Mubes IV Masyarakat Madura sebagai bukti bahwa para akademisi di Madura siap menyongsong pembentukan Madura Provinsi.

"Tiga kali Mubes digelar d iluar. Kali ini saatnya digelar di Madura. UTM dengan segala kemampuannya siap mendukung segala aktivitas yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Madura pada khususnya”, tegasnya.

Ia menjelaskan, pengembangan wilayah Madura menjadi Propinsi butuh persiapan di segala bidang yang meliputi kesiapan ekonomi, sumber daya manusia, dan politik.

“UTM dengan ketersediaan SDM unggul dalam berbagai kompetensi dan segala fasilitas pendukungnya siap untuk mengawal keinginan masyarakat. Apalagi Mubes ini akan menggagas Grand Desain Madura, berupa opsi percepatan pembangunan Madura," jelasnya.

Seperti halnya Mubes pertama sampai ketiga, Mubes ke empat kali ini tetap mengusung isu sentral pembentukan Provinsi Madura.

"UTM siap menjadi garda depan dalam menyiapkan kajian yang komprehensif untuk terwujudnya keinginan masyarakat. Biar kajiannya objektif, independen, dan tidak hanya mengedepankan unsur politis saja," tambah Rektor.

Ditemui terpisah, Ketua Penyelenggara Mubes IV Masyarakat Madura H Zaini menyatakan, isu, ide, wacana, dan tekad untuk menjadikan Madura sebagai sebuah provinsi sendiri, sebenarnya sudah dicetuskan sejak 15 tahun lalu.

"Sejak tahun 2000, masyarakat Madura sudah mulai mempersiapkan diri dari segala aspek untuk berdiri sendiri sebagai sebuah provinsi. Sekarang ini persiapan itu sudah mantap," katanya.

Karena itulah, lanjutnya, Mubes IV kali ini diselenggarakan di Madura (sebelumnya di Surabaya) dengan melibatkan kalangan akademisi untuk memantapkan semua kajian dan syarat administratif yang diperlukan untuk sesegera mungkin, Madura menjadi sebuah provinsi.

"Termasuk syarat pemekaran wilayah di Madura dengan penambahan kabupaten atau kota, bisa terealisasi dengan baik," paparnya.

Ia menambahkan, dallam Mubes IV ini nantinya akan dibentuk dan dideklarasikan Panitia Persiapan Provinsi Madura yang terdiri dari tujuh hingga sembilan tim yang bekerja untuk melengkapi semua syarat yang dibutuhkan.

"Kami yakin, kali ini pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat akan mendukung Madura menjadi sebuah Provinsi dengan melihat kemampuan dari segi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Madura," pungkasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved