Lebaran 2015
Batu Menjadi Primadona Turis
Untuk menarik pengunjung lebih banyak Museum Angkut menyediakan wahana baru yaitu simulator pesawat Boeing 737-200.
Penulis: Eben Haezer Panca | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | MALANG - Selama libur Lebaran Kota Wisata Batu menjadi primadona wisatawan dalam dan luar negeri. Akibatnya terjadi kemacetan dimana-mana, bahkan sampai ke wilayah Malang Kota dan Kabupaten Malang.
Di kota yang dikomandani Wali Kota Eddy Rumpoko itu banyak sekali terdapat tempat wisata, seperti Songgoriti dan Selecta yang tergolong lama, tempat-tempat wisata yang tergabung dalam Jatim Park Group, Jatim Park 1, Jatim Park 2, Batu Night Spectacular, dan Museum Angkut. Juga kampung-kampung wisata yang kini sedang marak.
Anggun Dwi Cahyono S Marketing Supervisor Jatim Park Group kepada Surya mengatakan, selama Lebaran pengunjung di tempat wisata yang dikelola kelompok ini meningkat sekitar 40 persen dan omset bisnisnya pun meningkat antara 30-40 persen.
Dari angka itu, ada sekitar 40.000 orang mendatangi lokasi wisata di Jatim Park Grup, di antaranya Museum Angkut, Jatim Park 1 & 2, BNS, dan Predator Farm Fun Park yang baru diresmikan 18 Juli 2015. “Itu kalau dibandingkan dengan hari biasa. Sementara dibanding Lebaran tahun lalu, kenaikan pengunjung sampai 20 persen,” papar Anggun.
Ketika ditanya soal berapa rupiah yang mengalir ke pundi-pundi Jatim Park Group, Anggun enggan menyebut detailnya. Ia hanya menyebut rata-rata pengunjung perhari selama libur Lebaran.
Contohnya, di Jatim Park 1, sehari ada 2.000-an pengunjung yang membeli tiket Rp 80.000/lembar. Sedangkan di Jatim Park 2, ada 7.000 pengunjung dengan tiket Rp 105.000/lembar.
Museum Angkut mampu menyedot 5.000 pengunjung dengan membayar tiket Rp 80.000/lembar dan tambahan Rp 30.000 bila membawa kamera.
Eco Green Park dan Museum Tubuh, masing-masing dikunjungi 1.500 an orang dengan tiket Rp 150.000. Sedangkan BNS, semalam ada 1.500 pengunjung dengan tiket Rp 30.000/lembar.
Bila dihitung dari hasil penjualan tiket saja, setidaknya Rp 1,5 miliar per hari didapat Jatim Park Group. Angka ini belum termasuk pendapatan dari Predator Farm Park yang bukan sepenuhnya milik Jatim Park Group.
Khusus Museum Angkut, Operational Manager Museum Angkut Titik S Ariyanto menerangkan, jumlah pengunjung yang datang ke Museum Angkut naik hingga tiga kali lipat. Hari biasa, pengunjung sekitar 1.200-an orang. Saat Lebaran ada sekitar 5.000-an pengunjung.
“Saya kaget melihat respons pengunjung ke museum angkut yang luar biasa. Kami tidak menyangka tingginya animo pengunjung,” aku Titik.
Perputaran uang yang terjadi di Museum Angkut juga ikut naik. Setiap harinya, Museum Angkut panen antara Rp 300 juta hingga Rp 400 juta. Jika dikalkulasi sepanjang Lebaran, Museum Angkut mendapat lebih dari Rp 1 miliar.
Melonjaknya pengunjung terlihat saat pagi hari sekitar pukul 8. Antrean panjang orang yang akan membeli tiket sudah terlhat di depan pintu loket. Sejam kemudian antrean semakin panjang. Hampir mencapai 100 meter.
Saat liburan pasca-Lebaran ini, Museum Angkut dibuka pukul 10.30 hingga 20.00. kebijakan itu berlaku sejak 18 hingga 26 Juli 2015. Berbeda dengan hari biasanya yang buka pada pukul 12.00 hingga 20.00.
Titik tertinggi kenaikan pengunjung tercatat pada 20 juli. Ada sekitar 7.000 orang yang datang. Pengelola memprediksi, kondisi berangsur normal per tanggal 22 Juli 2015.