Citizen Reporter
Pengalaman Pertama itu membuat Gakin Kremil Ini Muntah Berat
bagi anak-anak panti dan keluarga miskin eks lokalisasi Kremil Surabaya, ini adalah pengalaman pertama mereka, wajar kalau sampai muntah hebat...
Catatan peduli Daniel Lukas Rorong
Komunitas Peduli Kremil (KPK) Surabaya
MUNGKIN sepele dan sederhana, membuat keluarga miskin (gakin) dari kawasan eks lokalisasi Tambak Asri alias Kremil, Surabaya ini tertawa lepas tanpa beban. Nah, itulah yang coba dilakukan Komunitas peduli Kremil (KPK) Surabaya ini memboyong anak-anak panti asuhan dan gakin dari Kremil berwisata di Suroboyo Carnival.
Bisa jadi, di hari Minggu (12/72015) itulah mereka bisa tertawa riang setelah lokalisasi remi ditutup pemerintah medio 2013 lalu. Bersama Komunitas Tolong Menolong (KTM) dan PT Indramukti Segara, selaku donator, KPK berharap mereka juga bisa merasakan kegembiraan keluarga mampu lainnya dengan mencicipi kegembiraan di wahana permainan yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Surabaya itu.
“Ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka, bisa rekreasi di obyek wisata sekelas Suroboyo Carnival. Semoga kelak kalau ada di antara anak panti atau anak gakin tersebut sukses, juga bisa menularkan rasa berbagi dan berempati pada sesamanya yang kurang beruntung,” harap Daniel, motor KPK Surabaya.
Seperti dibenarkan Bambang (32), inilah kunjungan pertamanya di Suroboyo Carnival dan menjadi pengalaman tak terlupakan. Bambang, sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan Rp 40.000 per hari mengaku tak mampu mengajak istri dan dua anaknya rekreasi meski usia pernikahan mereka sudah delapan tahun berjalan.
Terliahat betapa mereka sumringah saat mencoba semua wahana di Suroboyo Carnival ini, kendati Bambang sempat muntah usai menaiki wahana Bledek Coaster dan Tambang Mas Coaster sendirian. Maklum, pengalaman pertama.
“Nggak papa, yang penting saya bisa merasakan naik wahana esktrem tersebut. Ini pengalaman pertama yang takkan saya lupakan seumur hidup,” ungkap Bambang di sela sengalan napasnya.
Bagi Bambang, kuli yang sesekali ngamen untuk mendapatkan tambahan penghasilan ini lebih memikirkan bagaimana bisa survive dan menafkahi keluarganya.
“Untuk makan sehari-hari saja susah, kok mau rekreasi,” ujarnya yang sudah seminggu ini nganggur karena proyek bangunan yang dikerjakannya berhenti sementara. Otomatis, dia mengamen keliling perkampungan.
Hal senada juga diungkapkan Niken (12), anak panti yang dapat kesempatan merasakan wahana di Suroboyo Carnival. “Ini pengalaman baru buat saya. Terima kasih sudah peduli terhadap anak panti asuhan seperti saya,” ujarnya lirih sambil berlinang air mata.
Usai menaiki semua wahana, bakti sosial (baksos) ini pun berakhir dengan acara buka puasa bersama dan pemberian santunan yang diberikan secara langsung oleh CEO PT Indramukti Segara, I Ketut Wathin, selaku donator baksos tersebut.
“Semoga apa yang bisa kami berikan ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi mereka menjelang Hari Raya Idul Fitri,” harap I Ketut Wathin, CEO perusahaan yang memproduksi bawang merah goreng, bawang putih goreng, sambal pecel, dan lain-lain ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ontang-anting_20150715_194641.jpg)