Mudik Lebaran

Petugas Usir Bus Berkaca Pecah dari Purabaya

"Setelah kami berikan bukti pelanggaran (tilang), 1 bus ekonomi jurusan jember PO Kentjono kami usir karena kaca pecah.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yoni

SURYA.co.id|SURABAYA - Meski razia telah digelar beberapa kali menjelang arus mudik menyangkut kelaikan jalan, namun masih saja ada bus yang nekat beroperasi dalam kondisi kaca pecah.

Saat itu juga, bus ini langsung diusir dari dalam Terminal Purabaya Bungurasih, Sidoarjo.

"Setelah kami berikan bukti pelanggaran (tilang), 1 bus ekonomi jurusan jember PO Kentjono kami usir karena kaca pecah. Tidak kami izinkan bus ini membawa penumpang," kata Kasub Unit Kamtib Terminal Purabaya Hardjo, Minggu (12/7/2015).

Begitu mengetahui kondisi bus dalam keadaan pecah kaca depannya, Hardjo bersama petugas Dishub yang lain mengecek secara menyeluruh.

Kaca depan bus yang pecah ini sudah tak bidsa ditoleransi. Kecuali masih retak dan rata masih bisa ditoleransi.

Dalam keadaan kosong melompong, bus itu diusir dari terminal yang dikenal dengan Terminal Bungurasih iti.

Dia boleh kembali asal memasang kaca utuh dan menyelsaika tilang.

Hari Minggu ini menjadi hari paling sibuk di Bungur. Terminal ini juga terasa paling padat dibanding hari-hari sebelumnya. Penumpang dalam sehari ini sudah mencapai 61.354 orang.

"Puncaknya biasanya pada H-2 atau H-1," kata Hardjo.

Petugas tak akan memberi toleransi jika menyangkut keselamatan transportasi umum. Selain kaca pecah, ban vulkanisir untuk roda depan juga tak akan ditoleransi.

"Kami menyebar petugas. Mulai dari titik kedatangan dan keberanhkatan di dalam terminal. Bus vulkanisiran sudah tak bida ditoleransi karena menyangkut keselamatan penumpang. Sejauh ini belum kami temukan," kata Kepala UPT Terminal Purabaya May Ronald.

Untuk kaca bus yang pecah dengan skala kecil masih ditoleransi. Sejauh kaca itu tak membahayakan, masih ditoleransi. Namun kondisi kendaraan ini akan dicatat di buku uji. Petugas akan makin menggiatkan penertiban bus.

Sebelumnya menjelang arus mudik beberapa hari lali, petugas mengusir 18 bus yang tak laik beroperasi.

Selain itu, sejumlah taksi dengan pelanggaran yang sama tak punya trayek juga diusir dari Bungur. Selain itu, uji kir dan uji emisi diabaikan waktu itu.

Bagaimana dengan pelayanan bus, petugas sampai saat ini masih terus memantau. Dikatakan Hardjo, untuk tarif bus ekonomi sejauh ini masih belum ditemukan pelanggaran dan keluhan penumpang. Sesuai aturan, tahun ini hanya berlaku pemberlakuan batas atas tarif.

Halaman 1/2
Tags
Purabaya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved