Ramadan 2015

Pesantren Al Hamdaniyah Sidoarjo, Tempat Pendiri NU Digembleng

Pondok berusia hampir 250 tahun ini adalah pesantren tertua kedua di Jawa Timur setelah Sidogiri, Pasuruan.

surya/miftah faridl
Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamdaniyah di Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hamdaniyah di Sidoarjo ini sebagian besar terbuat dari kayu.

Tidak ada gedung megah di dalamnya, hanya musala yang tersentuh gaya kekinian.

Namun, siapa sangka di sinilah lahir KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama (NU), ormas islam terbesar di dunia.

Ya, Ponpes Al Hamdaniyah di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, ini menjadi kawah candradimuka KH Hasyim Asy'ari menggembleng wawasan agama Islamnya.

Selama lima tahun kakek dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu menimba ilmu di sana.

Dari catatan pondok, Hasyim Asy’ari menghuni ponpes yang didirikan KH Hamdani pada 1787 itu pada akhir 1890-an.

Sampai hari ini, masih ada peninggalan dari Hasyim Asy’ari yang bisa dilihat, yaitu kamar yang menjadi tempatnya tinggal.

Kamar berukuran 3x5 meter itu berada di lantai dua bersebelahan dengan musala. Di sisi depan, dinding kayu dan pintu dihias ukiran berwarna hijau.

Pengasuh pondok membiarkan bangunan itu asli seperti saat ditinggalkan sosok kiai besar itu.

“Hanya tangga yang awalnya ada di sisi depan, digeser ke samping karena kebutuhan tata ruang. Selebihnya masih asli termasuk dinding kayunya,” ujar M Hasyim Fahrurozi, pengasuh ponpes saat ditemui Surya, Rabu (8/7/2015).

Tidak hanya menjadi santri, Hasyim Asy'ari juga pernah menjadi menantu Kiai Ya’qub, pengasuh ponpes waktu itu, dengan mempersunting Khodijah.

Namun, pernikahan itu berlangsung singkat karena Khodijah wafat di tanah suci Mekkah saat mengandung. Khodijah dimakamkan di sana.

Di sebelah kamar Hasyim Asy’ari, terdapat bangunan kayu berbentuk joglo. Terdapat bilik-bilik bersekat di dalam rumah panggung itu. Itulah tempat santri tidur.

“Bangunan ini usianya lebih dari 100 tahun,” ungkap Gus Hasyim, panggilan akrab M Hasyim Fahrurozi.

Dari kamar kayu itulah lahir sosok kiai besar lainnya. Mereka adalah KH Abdul Madjid, KH Ali Wafa, KH Asaad Samsul Arifin, KH Alwi Abdul Aziz, KH Usman Ishaqi, KH Nawawi, KH Barizi, KH Abdul Karim Lirboyo, KH Sahal pendiri Gontor dan KH Ridwal Abdullah, pencipta lambang NU.

Pondok berusia hampir 250 tahun ini adalah pesantren tertua kedua di Jawa Timur setelah Sidogiri, Pasuruan.

Pendiri ponpes, KH Hamdani, merupakan putra kelahiran Pasuruan dan jenazahnya dimakamkan di sana.

Gus Hasyim merupakan generasi ke-8 pengasuh Pondok Panji, sebutan lain Al-Hamdaniyah.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Miftah Faridl
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved