Senin, 8 Juni 2026

Berita Malang Raya

SMKN 4 Malang Tolak 15 Siswa Penyandang Buta Warna

Animo siswa masuk SMK masih sedikit di dalam kota, lebih banyak dari luar Kota Malang, makanya kami memperbanyak pagu siswa luar kota untuk SMK

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA.CO.ID | MALANG - 15 Anak penyandang buta warna tidak bisa masuk SMKN 4 Malang setelah menjalani tes kompetensi mulai tanggal 2-7 Juli 2015.

"Yang tidak puas dengan hasil tes kami, bisa membawa surat dari dokter atau klinik mata. Soalnya bisa saja bukannya dia tidak bisa membedakan warna, tetapi mereka bingung membaca tes buta warna ini," ujar Ketua Pelaksana dan Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan SMKN 4 Malang, Drs Darmadi, Jumat (3/7/2015).
.
Sebanyak 1.391 anak mengikuti tes kesehatan di SMKN 4 Malang, meliputi tes fisik untuk adanya tindik atau tato, tes buta warna dan tes tinggi badan.

Mengenai syarat buta warna, diakui Darmadi, hal ini berkaitan dengan pembelajaran di 6 jurusan yang menuntut kemampuan dalam membedakan warna.

"Memang ada yang buta warnanya bisa sembuh dengan pengobatan rutin, tapi selama masa pembelajaran mereka juga membutuhkan kemampuan itu, jadi lebih baik mendaftar tahun depan," paparnya.

Hasil tes fisik, tes buta warna dan tes tinggi badan akan di verifikasi untuk pengambilan formulir pendaftaran PPDB online. "Kami menyiapkan 10 operator untuk mengentri data siswa secara online, tapi sebelumnya siswa di edukasi cara pengisian formulir dan pengkosean pilihan sekolah," jelasnya.

Sedangkan untuk siswa yang berasal dari luar kota dikumpulkan sendiri untuk mempermudah pengentrian. "Ada map biru dan merah. Merah untuk luar kota di bariskan tersendiri untuk pembagian formulir dan daftar sekolah," ungkapnya.

"Osis dan Panitia memandu pendaftar untuk pengisian formulir perhitungan nilai rapor dan NUN. Kami bantu perhitungan menjumlah dan merata-rata nilai, supaya mempercepat proses pendaftaran," lanjutnya.

Petugas tes buta warna, Maria Tri Rahayu menjelaskan, kebanyakan siswa yang mengalami buta warna, sebagian atau parsial merupakan siswa yang suka dengan permainan game.

Kebanyakan penderita buta warna ini pada siswa laki-laki, untuk perempuan hanya ada satu. Selain itu ada juga tes tinggi badan untuk pendaftar jurusan produksi grafika.

"Tinggi badan di grafika digunakan karena dalam proses praktek dan kerja akan banyak menemui alat yang tidak gampang dijangkau dengan tinggi badan dibawah standar," ungkapnya.

Sedangkan di SMKN 2 Malang, buta warna dilakukan dengan menunjukkan surat kesehatan bagi pendaftar Jurusan Jasa Boga dan Keperawatan.

Sejak awal pendaftar harus mengisi formulir yang dilengkapi dengan nilai rapor dan NUN. Formulir itu sudah dimasukkan dalam database oleh 6 operator yang bertugas.

"Tahapan tes kompetensi disini psikotes online per individu kemudian dilakukan wawancara untuk mengarahkan minat dan bakat siswa," paparnya.

Untuk jurusan yang membutuhkan kemampuan dalam membedakan warna memang tidak menerima penderita buta warna. Untuk itu penderita buta warna akan diarahkan untuk mendaftar jurusan lain.

"Hasil saran kami boleh dipakai atau tidak, tapi untuk masalah buta warna jika memang jurusan yang dipilih menuntut kemampuan membedakan warna. Maka tim operator yang memverifikasi data tidak bisa mendaftarkannya secara online," paparnya.

Halaman 1/2
Tags
PPDB
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved