Barita Madiun
Ratusan Truk Tebu Penuhi Jalur Utama di Kota Madiun
"Hampir setiap tahun, memasuki musim giling ini yang terjadi. Antrean truk panjang di kanan kiri jalan memicu penyempitan jalan utama menuju pusat Kot
Penulis: Sudarmawan | Editor: Yoni
SURYA.co.id| MADIUN - Ratusan truk pengangkut tebu yang hendak antre masuk ke Pabrik Gula (PG) Redjo Agung, Kota Madiun berjajaran di sejumlah jalan raya Kota Madiun.
Kondisi terparah di jalur utama Nglames - Madiun yakni di JL Yos Sudarso, Kota Madiun.
Tampak ratusan truk berjajar di kanan dan kiri jalan, antrean berada di Kelurahan Patihan hingga Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Bahkan, jika meluber biasanya antrean truk juga ada di sepanjang kanan dan kiri jalan S Parman atau jalur Madiun - Ponorogo mulai terminal Cargo hingga halaman belakang PG Redjo Agung.
Hal ini selain disebabkan sempitnya lokasi penampung truk angkutan tebu, juga disebabkan tinggi permintaan giling ke PG Redjo Agung itu.
Namuan sayangnya, tak dibarengi persiapan tanah lapang untuk menampung ratusan truk yang mengantre itu.
Selain menyebabkan penyempitan di jalur utama yang biasa dilalui 4 kendaraan sekaligus, juga mengganggu pengguna jalan yang lain.
"Hampir setiap tahun, memasuki musim giling ini yang terjadi. Antrean truk panjang di kanan kiri jalan memicu penyempitan jalan utama menuju pusat Kota Madiun," terang Asnawi warga setempat kepada Surya, Jumat (03/07/2015).
Hal yang sama disampaikan pengendara roda empat yang melintas di JL Yos Sudarso, Shodiq.
Menurutnya, meski antrean itu ada di kanan dan kiri jalan, akan tetapi tetap mengganggu pengguna jalan lain karena penyempitan itu.
Selain itu, putaran truk yang menyeberangi jalur dan median jalan menyebabkan pengguna jalan lain harus rela mengalah mendahulukan truk pengangkut tebu yang diatur sejumlah petugas keamanan PG Redjo Agung itu.
"Harusnya ada penertiban. Antrean harus masuk kawasan PG Redjo Agung bukan memenuhi jalan umum seperti ini. Apalagi, ini jalan utama menuju pusat Kota Madiun. Tak sedap dipandang mata jika ada wisatawan masuk Kota Madiun," tegasnya.
Hingga ini, belum ada petugas berwenang yang mau mengingatkan manajemen PG Redjo Agung itu. Baik Dinas Perhubungan Informatika dan Komunikasi (Dishubinfokom) maupun Satuan Lantas Polres Madiun Kota selama ini membiarkan kondisi itu, menjadi tradisi tahunan.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA