Pemkot Surabaya
Puskesmas di Surabaya Utamakan Nomor Antrean e-Health
#SURABAYA - Pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas selama ini terkendala antrean yang panjang. Namun masyarakat Surabaya tak perlu khawatir.
Penulis: Magdalena Fransilia | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Pelayanan kesehatan di tingkat Puskesmas selama ini terkendala antrean yang panjang. Namun masyarakat Surabaya tak perlu khawatir.
Pemerintah Kota sudah menyiapkan mesin berwarna jingga di samping pintu masuk saat hendak memasuki Puskesmas.
Mesin yang diberi nama e-kios itu diperkenalkan pada masyarakat sekitar 6 bulan lalu. Mesin ini tersebar di seluruh kelurahan dan kecamatan serta di beberapa Puskesmas. .
Satu di antaranya e-health di Puskesmas Ketabang, Jalan Jaksa Agung Suprato, yang letaknya bersebelahan dengan Balai Kota Surabaya.
Namun sayangnya, penggunaan mesin jingga di puskesmas itu dipakai di bawah pukul 9.00. Pasien yang datang serta petugas Puskesmas mengatakan, nomor antrean secara online dibatasi waktunya.
“Kalau sudah lewat jam 9 sudah ditutup, jadi dialihkan ke nomor antrean manual,” ungkap Siti Nasifah (35) kepada Surya, Kamis (2/7/2015).
Siti sering ke Puskesmas Ketabang untuk memeriksakan putrinya yang masih berusia 7 tahun ke poli gigi.
“Beberapa kali pakai e-health, kalau ini tadi ambil nomor antrean karena sudah kesiangan. Nomor antrean online yang didulukan, tapi ya gitu saya cuma pakai mesin itu kalau ada penjaganya. Karena penjaganya jarang, saya juga jarang pakai e-health,” tambah perempuan yang tinggal di daerah Gubeng itu.
Sementara itu, Hijrah Naila (22) yang mengantarkan ibundanya berobat ke poli umum mengaku justru baru tahu ada mesin yang bisa melayani nomor antrean secara online.
“Wah saya baru tahu alat itu bisa dipakai untuk ambil nomor antrean, karena nggak ada petugas yang mengarahkan jadi ambil yang manual,” ungkapnya saat ditemui Surya pukul 10.00 WIB.
Mahasiswi Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 itu menilai, penggunaan e-health kurang cocok untuk masyarakat yang biasa berobat ke Puskesmas.
“Kalau saya mending milih nomor antrean manual, apalagi yang bisa pakai itu kan kebanyakan cuma orang yang tahu. Saya malah takut datanya nggak terekap nanti malah lama antrenya, karena dobel ada yang manual dan online,” papar gadis yang tinggal di Kenjeran itu.
Tenaga sanitasi Puskesmas Ketabang Rukati menerangkan, antara nomor antrean manual dan online tidak akan terjadi tumpang tindih.
“Mengontolnya pakai estimasi waktu, lihat pada jam yang tertera di karcis online hasil print. Tidak mungkin ada tabrakan, meskipun nomor manual yang dipegang menunjukkan nomor 5 misalnya, dan ada orang lain punya nomor 5 juga pakai e-health maka yang dipanggil duluan yang online itu,” papar Rukati.
Jika pemegang nomor antrean online saat dipanggi terambat datang, maka nomornya dinyatakan hangus dan harus mengambil nomor antrean manual selanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/0904menpan-yuddy_20150409_160317.jpg)