Kereta Api

Rapat dengan Menhub, Gubernur Jatim Minta Tarif Kereta Api Tidak Naik

Rakor dipimpin langsung Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan. Hadir juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri ESDM, dll.

Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yuli
istimewa
Gubernur Soekarwo (kiri) saat Rakor Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu dan Persiapan Pelaksanaan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2015/1436 H, Selasa (30/6/2015), di Gedung Terpadu Kementerian Perhubungan RI, Jakarta Pusat. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Permintaan tersebut disampaikan secara resmi oleh Pakde Karwo, dalam rapat koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu dan Persiapan Pelaksanaan Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2015/1436 H, Selasa (30/6/2015), di Gedung Terpadu Kementrian Perhubungan RI, Jakarta Pusat.

Rakor dipimpin langsung Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan. Hadir juga Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri ESDM, dan beberapa Kepala Daerah di Indonesia.

Menurut Pakde Karwo, pihaknya minta Menhub tidak menaikkan tarif kereta api ekonomi, karena moda transportasi berbasis rel ini sekarang sangat digemari masyarakat.

"Keamanan dan kenyamanan jadi alasan masyarkat menggunakan kereta api. Makanya saya minta tarifnya tidak dinaikkan. Dan ini merupakan aspirasi masyarakat Jawa Timur," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Menhub Ignasius Jonan berjanji akan membahas dan mengkajinya lebih lanjut.

Selain itu, forum Rakor Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Terpadu juga dimanfaatkan Pakde Karwo melaporkan program mudik dan balik gratis yang digelar Pemprov Jatim sejak tahun 2011 lalu. Khusus tahun 2015 ini, kuota mudik gratis diperuntukkan bagi 156.898 penumpang dan 400 sepeda motor.

Rinciannya, mudik angkutan jalan disediakan 611 bus yang mengangkut 59.755 penumpang. Angkutan laut disiapkan tiga kapal untuk mengangkut 7.200 penumpang. Kereta api disediakan 14 trainset untuk 89.943 penumpang. Dan delapan truk untuk mengangkut 400 unit sepeda motor milik para pemudik.

Pakde Karwo menyebut, angkutan mudik dan balik gratis tersebut merupakan upaya meringankan beban masyarakat agar bisa bertemu keluarga di kampung halaman saat lebaran.

Selain itu mudik, program itu juga untuk menghindarkan penggunaan kendaraan pribadi saat mudik.

"Dengan begitu angka kecelakaan di jalan bisa berkurang," tegasnya.

Karena dinilai sebagai sebuah terobosan, mulai tahun ini Pemerintah Pusat mengadopsi mudik dan balik gratis dengan kapal laut dan kereta api yang telah dilakukan Pemprov Jatim selama beberapa tahun terakhir.

"Ini menujukkan bahwa program mudik dan balik gratis sangat bermanfaat bagi masyarakat," imbuh Kepala Dishub dan LLAJ Jatim Wahid Wahyudi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved