Eksklusif Aplikasi Religi
Hanas Luncurkan Aplikasi Pelipur Remaja Galau
Hanas mengaku beruntung. Di tengah kegalauan, ia menemukan kata mutiara dan kalimat inspiratif, yang bisa menenteramkan.
SURYA.co.id | SURABAYA - Pengalaman menginspirasi Hanas Subakti meluncurkan aplikasi pelipur remaja galau.
Sementara Arema Malang (Arema) lain, Toriq Adib memilih menggarap aplikasi media sosial masjid.
Hanas Subakti baru meluncurkan aplikasi di hari kedua Ramadan. Namanya Hidayah+ (Hidayah Plus).
Agak terlambat memang dibanding penyedia aplikasi lain, yang umumnya sudah meluncurkan sebelum bulan puasa tiba.
“Nggak apa-apa. Sebenarnya lebih tepat disebut relaunhing,” tutur Hanas Subakti kepada Surya, Selasa (23/6/2015).
Launching pernah dilakukan pertengahan 2014. Kala itu, aplikasi yang dipajang di Google Play Store itu bernama Hidayah, tanpa (+) di belakangnya.
“Banyak konten baru kami tambahkan, sehingga kami launching ulang (menjadi Hidayah+),” tutur temaja 22 tahun yang baru lulus dari Teknik Informatika Universitas Brawijaya ini.
Sesuai namanya, Hidayah, aplikasi ini berusaha memberikan pencerahan dan motivasi lewat handphone, yang kini menjadi teman terdekat masyarakat. “Aplikasi ini kami ciptakan karena banyak anak muda yang galau,” ujar Hanas tentang aplikasi gratis, yang bisa diunduh baik versi Android maupun Windows Phone ini.
Menu utama aplikasi, yang disebut-sebut menjadi teman pelipur galau itu adalah kumpulan kata-kata mutiara Islami dan kalimat-kalimat pembangkit motivasi.
Bisa berupa kutipan ayat Alquran, Hadits Nabi Muhammad SAW, pitutur ulama dan cendekia ahli hikmah, hingga tausiyah dari para ustadz.
Di luar fitur utama, Hanas menambahkan panduan-panduan agama. Ada fitur Tuntunan Salat lengkap dengan audio visual.
Ada juga menu Arah Kiblat, Panduan Ibadah Ramadhan, hingga Informasi Zakat.
“Alhamdulillah, sekarang (empat hari pasca peluncuran -red), Hidayah+ sudah diunduh 20.000 orang lebih,” katanya.
Soal penghasilan, Hanas menyatakan belum seberapa. “Sementara ini, uang yang masuk baru sebatas donasi untuk pengembangan aplikasi,” katanya.
Meski begitu, Hanas mengaku cukup senang melihat respons pengunduh. Banyak ucapan terimakasih dan dukungan untuk pengembangan, yang disampaikan pengunduh di laman Google Play Store.
“Saya senang karena ini bermanfaat bagi banyak orang,” tegasnya.
Soal manfaat kata-kata mutiara dan motivasi, Hanas teringat pengalaman saat dirundung galau dan setengah frustasi. Itu terjadi saat kuliah.
Masalah asmara dan keungan menjadi penyebab. Puncaknya tugas-tugas kuliah terbengkalai. Ke kampus jadi malas dan cenderung berhenti kuliah selamanya.
Hanas mengaku beruntung. Di tengah kegalauan, ia menemukan kata mutiara dan kalimat inspiratif, yang bisa menenteramkan.
Sejak itu, Hanas semakin sering mengunduh kata-kata bijak, hingga akhirnya semangat menamatkan kuliah muncul kembali.
Nah kata-kata mutiara dan kalimat-kalimat bijak yang dikumpulkan itulah yang kemudian menjadi menu awal aplikasi Hidayah, yang digarap keroyokan bersama teman-teman di bawah manajemen Raion Studio, pengembang aplikasi smartphone yang berkantor di Jalan Taman Candi Panggung 55, Kota Malang.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/2606aplikasi-galau_20150626_085316.jpg)