Barita Madiun

Jelang Lebaran, Permintaan Brem Madiun Meningkat 5 Kali Lipat

"Memang permintaan setiap Ramadhan hingga menjelang lebaran atau paska lebaran naik setiap tahunnya. P

Penulis: Sudarmawan | Editor: Yoni
zoom-inlihat foto Jelang Lebaran, Permintaan Brem Madiun Meningkat 5 Kali Lipat
surya/sudarmawan
MENINGKAT - Jumlah produksi dan permintaan brem para produsen brem yang ada di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun meningkat 5 kali lipat dibandingkan hari biasanya sejak ramadhan hingga menjelang hari raya Idul Fitri 1436 Hijriyah mendatang, Rabu (24/06/2015).

SURYA.co.id| MADIUN - Puluhan produsen brem asal Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan dan Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun mulai kelimpungan.

Ini menyusul, sejak Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah mendatang, permintaan brem yang tak lain makanan khas asal Madiun itu meningkat 5 kali lipat.

Kini, indutsri rumah tangga itu, rata-rata setiap produsen mulai memproduksi sebanyak 1 kuintal beras ketan untuk diolah menjadi tape dan menjadi brem dalam bentuk kemasan dan paketan kotak-kotak memanjang itu.

"Memang permintaan setiap Ramadhan hingga menjelang lebaran atau paska lebaran naik setiap tahunnya. Paska itu permintaan normal lagi dan malah terkadang sepi," terang Ny Jairah salah seorang produsen brem asal Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan ini kepada Surya, Rabu (24/06/2015).

Selain itu, Ny Jairah mengaku jika selama ini pada hari biasa hanya memproduksi sebanyak 1.000 bungkus brem, akan tetapi sejak awal Ramadhan hingga Lebaran Tahun 2015 mendatang bakal memproduksi sebanyak 5.000 bungkus per hari.

Rencananya, hasil produksi itu akan dikirim untuk para pemesan dan tokoh oleh-oleh yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Madiun, Kediri, Nganjuk dan Jombang.

"Meski permintaan tinggi, tapi maksimal kami mampu memproduksi sebanyak itu lantaran bahan utama dari brem ini sebenarnya sari tape beras ketan itu. Makanya sebelum dijadikan brem beras ketan itu kami jadikan tape dahulu," ungkapnya.

Sementara produsen brem lainnya, Sulastri menegaskan masih ada sekitar 100 produsen brem lebih yang terbagi di dua wilayah desa.

Yakni sebagian di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan dan sebagian di Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri yang masih berbatasan itu. Usaha turun temurun ini, katanya hanya meningkat permintaannya saat hari raya Idul Fitri.

"Sejak jaman nenek moyang kami meningkatnya hanya saat lebaran. Karena selain bisa digunakan oleh-oleh juga bisa dijadikan hidangan tamu di meja brem produksi kami ini," tegasnya.

Selain itu, Tri mengaku beruntung saat permintaan meningkat, kondisi cuaca dalam kondisi kemarau. Akibatnya, sangat muda untuk mengeringkan brem sebelum dikemasi.

"Untungnya sejak permintaan naik seperti ini, sudah tak ada turun hujan. Kalau hujan tinggi jelas kami tak bisa memenuhi permintaan yang selalu naik tajam saat menjelang lebaran ini," pungkasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved