Sabtu, 23 Mei 2026

Bayi Kembar 5 Pertama di Surabaya

Ibu Bayi Kembar Lima Sudah Senang Meski Belum Boleh Menggendong

#SURABAYA - Ibu bayi kembar lima Nia Rachmawati diperbolehkan pulang oleh tim dokter karena kondisinya yang sudah membaik.

Tayang:
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Yuli
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
PEMERIKSAAN KEMBAR - Tim dokter spesialis anak RSUD dr Soetomo, Tri Martono Utomo (tengah) memantau kondisi bayi kembar lima dari pasangan Kapten Laut (T) Hari Saputra dan Nia Rachmawati di Ruang NICU Gedung Bedah Pusat Terpadu (GBPT) RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Selasa (23/6/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ibu bayi kembar lima Nia Rachmawati diperbolehkan pulang oleh tim dokter karena kondisinya yang sudah membaik.

Namun, sesaat sebelum pulang ia sempatkan untuk melihat lima anaknya yang saat ini berada di dua tempat yang berbeda. Nia tak hanya melihat kondisi anaknya saja, tapi ia juga diperbolehkan untuk menyentuh lima anaknya.

Betapa bahagianya Nia dengan moment itu.

“Seneng banget. Tapi sayang masih belum bisa keluar dari inkubator mereka. Jadi cuma bisa menyentuh lewat inkubator saja,” terangnya, Rabu (24/6/2015).

Ketika Nia yang juga mantan pegawai Perhutani, Surabaya ini menyentuh putra satu-satunya, Rizky, tangan Nia digenggam.

“Sama si Rizky tadi tanganku sempet digenggam. Tangannya masih kecil, nggak sabar pengen gendong,” ujarnya.

dfdff

Selain itu, Nia juga menyebutkan nama satu-satu anaknya yang telah ditentukan.

”Aku juga bisikin mereka satu-satu. Jadi namanya sudah bukan Bayi Nia 1, 2 dan seterusnya. Tapi mereka sekarang Insya Allah sudah punya nama,” tambahnya.

Istri Kapten Hari Saputra ini yakin, lima bayinya akan segera pulih dan bisa segera keluar dari inkubator.

Dokter yang menangani lima bayi kembar, Dr Risa Etika SpA(K), mengatakan sentuhan ibunya bisa membantu pengenalan antara bayi dan ibunya.

”Ya walaupun masih harus steril, tapi kalau ibunya sendiri nggak masalah. Justru itu harus diperlukan,” ujar Dr Risa. Ia juga mengatakan ASI (air susu ibu) tetap diberikan untuk lima bayi ini.

”Sudah empat hari kelima-limanya diberi ASI ibunya melalui slang. Dan itu akan terus dilakukan hingga 28 hari kedepan atau sekitar satu bulan, baru nanti akan dilakukan KMC intermitten,” terangnya.

KMC (Kangaro Mother Care) Intermitten ialah kontak langsung antara ibu dengan bayi yang lahir dengan prematur.

Hal ini dikatakan Dr Risa agar menghindari terjadi hipotermia (kondisi tubuh yang kesulitan mengatasi suhu dingin).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved