Nikmati Pedas Gurihnya Seporsi Tahu Lontong Tulungagung
Yang spesial, pelanggan boleh menambahkan telur dadar atau orak-arik sesuai selera.
Penulis: Aditya Dwi Setianto | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA – Tahu lontong merupakan makanan khas Tulungagung.
Di malam hari, banyak warga menjajakan menu ini, seperti di kawasan stasiun lama.
Bila tidak sempat pergi ke Tulungaung, makanan ini dapat ditemui di Surabaya juga. Salah satunya, di kawasan Baratajaya.
Adalah suami istri, Eko Suryanto dan Angga Febriani yang sudah lima tahun terakhir merintis resep tradisional kuliner ini. Angga adalah perempuan asli kota Tulungagung.
Di luar teras sebuah toko peralatan bahan bangunan, pasutri itu menggelar menu kulinernya.
Warungnya bernama Shulamite, di Jalan Baratajaya No 16, Surabaya.
Ada berbagai macam makanan ala kaki lima, dan salah satu andalannya, tahu lontong khas Tulungagung.
Menu andalan itu menggunakan bahan-bahan seperti tahu goreng, beberapa irisan lontong, lantas disajikan dengan bumbu sambal kecap pedas manis serta tauge sebagai pendamping.
“Saya dapat resep dari keluarga, sudah turun temurun. Dulunya, sering bikin sendiri kalau pas kumpul keluarga besar di sana (Tulungagung),” jelasnya.
Khusus untuk pasar Surabaya, Angga memodifikasi bumbu dan saus kecap. Di awal-awal buka, dia langsung mendapat kritik pelanggan karena masakannya terlalu manis.
Tahu lontong ini punya dua versi. Pertama, tahu lontong biasa yang tidak menggunakan telur dadar, dan kedua, tahu lontong spesial, yang menggunakan telur dadar sebagai tambahan.
Untuk tahu lontong biasa memakai beberapa bahan utama seperti tahu goreng setengah matang, saus kecap, lontong atau nasi serta kecambah pendek serta taburan kacang goreng.
Yang spesial, pelanggan boleh menambahkan telur dadar atau orak-arik sesuai selera.
Harga dua versi tahu lontong cuma terpaut Rp 2.000, yakni Rp 9.000 untuk yang biasa dan Rp 11.000 buat tahu lontong spesial.
Meski sudah ada dua versi menu, Bu Angga menemukan sejumlah pelanggan unik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/1806tahu-lontong-tulungagung_20150618_092558.jpg)