Selasa, 7 April 2026

Darah Buatan sebagai Alternatif Transfusi

Kami sudah tahu cukup lama bahwa memungkinkan untuk memproduksi sel darah merah dari apa yang disebut sel punca dewasa

Penulis: Satwika Rumeksa | Editor: Satwika Rumeksa
IST
Ilustrasi 

SURYA.co.id | SURABAYA-Menjadi donor darah adalah bagian hidup banyak orang. Namun layanan donasi di seluruh dunia bersusah payah memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit atau untuk pembedahan. Darah buatan bisa menjadi solusi.

Layanan Transfusi Darah Nasional di Skotlandia menerima donasi dari sekitar empat persen populasi Inggris. Saat ini stoknya stabil, namun layanan ini selalu mencoba untuk merekrut donor baru.

Layanan ini juga mencari teknologi baru yang berpotensi untuk mengamankan suplai darah pada masa depan, termasuk 'darah buatan.'

Mark Turner, direktur medis Layanan Transfusi Darah, tengah meneliti bagaimana darah nantinya bisa disintesis.

"Kami sudah tahu cukup lama bahwa memungkinkan untuk memproduksi sel darah merah dari apa yang disebut sel punca dewasa, tapi dengan cara ini tidak dapat memproduksi darah dalam jumlah besar karena kapasitas sel untuk berkembang biak terbatas," jelasnya. Yang bisa dilakukan ilmuwan, tambahnya, adalah mengambil turunan sel punca pluripotent, baik dari embrio maupun jaringan dewasa.

Sel-sel ini diproses di laboratorium untuk memproduksi sel dalam jumlah besar, ujar Turner kepada DW.

"Nantinya mungkin untuk memproduksi darah dalam jumlah besar, tapi masih berdekade lamanya," lanjutnya. "Saat ini, fokus kami adalah berupaya memproduksi sel darah merah yang memiliki jenis kualitas dan keamanan yang tepat, sehingga bisa digunakan untuk uji klinis pada manusia."

"Tugas yang kami hadapi yakni membawa proses yang berbasis laboratorium itu menuju lingkungan manufaktur yang skala kontrol kualitas dan pemenuhan aturannya jauh lebih besar."

Proses ini perlu dikontrol dengan lebih ketat, ucapnya, begitu juga dengan biaya produksi.

"Tidak ada gunanya memproduksi jutaan sel darah seharga sejuta Poundsterling - tidak akan ada yang menggunakannya!"

Tidak Ada Masalah Etis

Banyak negara maju yang memiliki cukup suplai darah untuk memenuhi kebutuhan warganya, namun begitu banyak orang di seluruh penjuru dunia yang tidak punya akses terhadap suplai darah yang aman dan mencukupi.

Sekitar 50 persen darah yang tersedia di dunia dimanfaatkan oleh 15 persen populasi yang cukup beruntung untuk hidup di negara maju, kata Turner.

"Kurang lebih 150.000 perempuan setiap tahun meninggal akibat pendarahan postpartum - yakni pendarahan setelah melahirkan - dan banyak diantaranya bisa diselamatkan apabila negara mempunyai suplai darah yang mencukupi."

Bonus tambahan: sel punca yang dipakai riset tampaknya tidak bermasalah secara etis.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved