Kamis, 7 Mei 2026

Eksklusif Menuju Era Apartemen

Mahasiswa Ini Tinggal di Apartemen, Agak Mahal Asal Kuliah Lancar

Di luar uang sewa, ada uang listrik dan air, yang mesti dibayar setiap bulan, sesuai dengan pemakaian.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
surya/habibur rohman
Fasilitas gym seperti inilah yang ditawarkan pengembang apartemen untuk menarik minat penghuni muda dari kalangan mahasiswa. 

SURYA.co.id | MALANG - Meski tarifnya lebih tinggi dibanding kos atau kontrak rumah bersama, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) ini merasa beruntung bisa tinggal di apartemen Seokarno-Hatta, yang oleh warga Malang biasa disebut apartemen mahasiswa.

Husni Muhammad mengaku betah tinggal di apartemen Soekarno-Hatta Malang, yang sudah dihuninya selama dua tahun.

Mahasiswa difabel ini berencana memperpanjang kontrak apartemennya hingga lulus dari Universitas Brawijaya (UB).

“Tinggal di sini nyaman, meskipun lebih mahal (dibanding kos). Yang penting kuliahku lancar,” katanya saat ditemui di warung kopi di lantai dasar apartemen, Minggu (7/6/2015).

Suasana tenang dan privasi lebih terjamin, menjadi pertimbangan utama, selain lokasi dekat kampus.

Dari gerbang apartemen ke kampus hanya butuh berjalan kaki sekitar 10 menit atau 15 menit dengan kursi roda bagi Husni.

Ada selisih 5 menit bagi mahasiswa Fikom ini karena urusan menyeberang Jalan Soekarno-Hatta ke Jl MT Haryono yang tak bisa selincah teman-temannya yang normal.

Di apartemen berlantai 19 itu, Husin tinggal di lantai 10. Tapi, sebenarnya itu lantai 9, karena apartemen itu tidak menggunakan nomor lantai 4, 13, dan 14.

Ada fasilitas lift yang memudahkan difabel seperti Husin bergerak. Selain itu, juga ada taman, kolam renang, cafe, dan areal parkir dua lantai.

Kamar Husin berukuran 3x6 meter. Ada kamar mandi dan dapur. Saat masuk, apartemen dalam kondisi kosong, sehingga ia harus membeli sendiri peralatan kamar, seperti kasur, bantal, meja. dan lain-lain.

Harga sewa apartemen per unit Rp 1.250.000/ bulan. Tiap unit memiliki dua kamar. Si pemilik meminta Husin membayar langsung setahun. “Jadi, setahun bayar Rp 15 juta,” terangnya.

Di luar uang sewa, ada uang listrik dan air, yang mesti dibayar setiap bulan, sesuai dengan pemakaian.

“Biasanya, saya ngabisin Rp 50 ribu untuk listrik dan Rp 100 ribu untuk air,” katanya.

Bagi penghuni yang memiliki kendaraan, ada tambahan biaya perkir. Tiap bulan Rp 100.000 untuk mobil dan Rp 75.000 untuk sepeda motor.

Husin yang memiliki keterbatasan fisik merasa diuntungkan dalam hal berbelanja kebutuhan sehari-hari.

“Di lantai dasar ada pertokoan modern, sehingga kebutuhan sehari-hari mudah didapat,” tuturnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Sumber: Surya Cetak
Tags
apartemen
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved