DPO Curanmor Tewas Terjebur Sungai Bengawan Madiun

"Yang jelas, waktu bangun tidur, saya diberitahu jika yusuf pulang. Maunya dia (Yusuf) saya bawa ke Polres, tapi tidak mau," terang Sunaryo

Penulis: Sudarmawan | Editor: Yoni
surya/sudarmawan
Petugas Kamar Mayat RSUP dr Soedono Madiun, Sulono menunjukkan mayat Muhammad Yusuf (40) warga RT 02, RW 01, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang yang tewas di Sungai Bengawan Madiun, Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Selasa (09/06/2015). 

SURYA.co.id|MADIUN - Nasib sial dialami Muhammad Yusuf warga RT 02, RW 01, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Pria berusia 40 tahun yang sejak beberapa pekan tinggal di sekitar kampung Liponsos Kabupaten Madiun, Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun ini ditemukan tewas di Sungai Bengawan Madiun, Kelurahan/Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Diduga, Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pencurian motor (curanmor) ini, melarikan diri karena takut hendak digrebek di lokasi persembunyiannya di perkampungan Liponsos perbatasan Kabupaten dan Kota Madiun itu.

Karenanya korban berlarian di pinggiran Sungai Bengawan Madiun.

Namun dalam pelarian itu, korban terpelesat dan masuk ke Sungai Bengawan Madiun.

Karena tak bisa berenang korban tewas di sungai besar yang membela Kota Madiun itu.

"Yang jelas, waktu bangun tidur, saya diberitahu jika yusuf pulang. Maunya dia (Yusuf) saya bawa ke Polres, tapi tidak mau," terang Sunaryo warga kampung Liposos kepada Surya, Selasa (09/06/2015).

Pria yang akrab dipanggil Naryo ini mengungkapkan, kepulangan Yusuf di salah satu rumah pemilik warung di kampung Liponsos Madiun itu, diketahui polisi.
Ini menyusul polisi mendapatkan info posisi terakhir DPO kasus Curanmor itu.

Akan tetapi, korban malah keburu melarikan diri sebelum digerebeg polisi di lokasi persembunyiannya itu.

Akibatnya, polisi yang menggeledah warung lokasi persembunyian DPO itu tak menemukan DPO dan barang lainnya.
Akan tetapi, sebelum digerebek polisi di Lingkungan Pondok Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Pemkab Madiun itu melarikan diri ke pinggiran Sungai Bengawan Madiun di belakang perkampungan Liposos itu.

"Pokoknya waktu pulang saya minta menyerahkan diri ke polisi. Tapi dia ketakutan dan kabur hingga terpeleset dan meninggal di sungai belakang ini.Saat ditemukan (tewas) saya tidak berada di tempat. Saya masih perjalanan dari Polres. Memang dia itu pelaku pencurian motor," imbuhnya.

Hingga kini, jenazah korban masih divisum di kamar mayat RSUP dr Soedono Madiun.

Belum ada keluarga korban yang menjemput jenazah korban.

Sementara Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Tatang Prayitno Panjaitan yang dikonfirmasi melalui ponselnya soal kematian DPO curanmor itu belum memberikan jawaban sama sekali.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Tags
Madiun
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved