PT Sekar Laut Investasi Rp 40 Miliar untuk Pabrik Baru
Dengan peningkatan penjualan, laba kotor meningkat 24,63 persen menjadi Rp 154,6 miliar dan laba usaha meningkat 34,94 persen menjadi Rp 26,6 miliar
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | SURABAYA - PT Sekar Laut Tbk menyiapkan investasi Rp 40 untuk membangun pabrik baru di wilayah Mojosari, Mojokerto yang akan direalisasikan Tahun 2015.
"Saat ini sedang proses pembebasan lahan. Target kami akhir tahun ini bisa mulai pembangunan pabrik dan akhir Tahun 2016 sudah bisa operasional produksi," jelas John C Gozal, Direktur PT Sekar Laut Tbk usai public expose kinerja perseroan, Rabu (3/6/2015).
John menjelaskan, pabrik baru itu akan digunakan untuk memproduksi saus dengan kapasitas 2.000 ton per tahun. Saat ini, produksi saus masih dilakukan di pabrik Sidoarjo, yang satu pabrik dengan yang memproduksi kerupuk.
Investasi untuk pembangunan pabrik baru ini merupakan peningkatan investasi Tahun 2014 yang sudah dilakukan sebesar Rp 26,9 miliar, yang diperuntukan untuk peningkatan kapasitas produksi.
Didampingi para direksi lainnya, John menyebutkan, kapasitas produksi pabrik yang ada saat ini mencapai 12.000 ton per tahun. Tapi produksi sudah mencapai 15.754 ton, mulai Januari hingga Mei 2015.
Sementara kapasitas maksimal dengan hasil pengembangan dengan investasi Tahun 2014, targetnya hanya 15.000 ton. "Jadi sudah mengalami peningkatan yang cukup besar sehingga perlu segera ada pabrik baru. Bila sudah berhasil memproduksi saus, tentunya juga akan ada penambahan produksi kerupuk," lanjut John.
Tahun 2014, PT Sekar Laut memproduksi kerupuk 9.7675 ton dengan nilai penjualan mencapai Rp 214 miliar. Naik 15,8 persen dari Tahun 2013. Peningkatan ini tak lepas dari pasar ekspor yang meluas dengan daerah tujuan ke Timur Tengah, Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara di Eropa.
Menurut Welly Gunawan, yang juga Direktur di PT Sekar Laut, pasar ekspor sangat terbuka bagi produk yang lebih dikenal dengan brand Finna itu.
"Kami melakukan devisiasi sesuai dengan taste masyarakat di negara tujuan. Misalnya untuk negara Asia, banyak yang menyukai rasa kuat udang. Sementara untuk Eropa dan AS, minta rasa itu dikurangi karena merasa bau udangnya terlalu kuat sehingga terasa mentah," jelas Welly.
Laporan kinerja keuangan PT Sekar Laut Tbk mencatat pertumbuhan penjualan mencapai 20,17 persen atau sebesar Rp 681,42 miliar di Tahun 2014. Laba perusahaan meningkat sebesar 44,05 persen atau sebesar Rp 16,48 miliar.
Dengan peningkatan penjualan itu, laba kotor meningkat 24,63 persen menjadi Rp 154,6 miliar dan laba usaha meningkat 34,94 persen menjadi Rp 26,6 miliar.
Perusahaan juga membagikan deviden tunai Tahun 2015 sesuai putusan Rapat Umun Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan 21 Mei 2014 dengan jumlah Rp 2,762 miliar atau Rp 4 per lembar saham.
Sementara dalam RUPS Tahun 2015, harga saham Sekar Laut naik menjadi Rp 5 per lembar saham.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pt-sekar-laut-rups_20150603_233845.jpg)