Kereta Api
Tiket Mudik Kereta Api dari Surabaya Tinggal Kurang dari 30 Persen
#SURABAYA - "Untuk tiket mudik dari Surabaya masih sisa. Namun untuk balik ke Surabaya sudah habis," kata Manajer Humas PT KAI Daops 8 Sumarsono.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Tiket mudik kereta api dari Stasiun Gubeng Surabaya, tinggal kurang dari 30 persen. Tidak hanya jarak jauh seperti ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta maupun Semarang, rute lokal Jatim pun tinggal menyisakan bangku di kisaran 30 persen.
Diperkirakan, pekan-pekan ini tiket untuk mudik itu akan ludes.
"Untuk tiket mudik dari Surabaya masih sisa. Namun untuk balik mudik ke Surabaya sudah habis," kata Manajer Humas PT KAI Daops 8 Sumarsono saat menerima kunjungan anggota Komisi VI DPR RI di stasiun Gubeng, Senin (1/6/2015).
Anggota Komisi VI Bambang Haryo bersama YLKI ikut meninjau kesiapan kereta api menjelang arus mudik. Mereka ditemui Kepala Daerah Operasi 8 PT KAI Yusren, beserta sejumlah staf.
"Kami akan pertimbangkan untuk memberikan subsidi bagi penumpang kereta. Tapi untuk anggaran 2016," kata Bambang.
Saat ini, kereta api menjadi alternatif moda transportasi masal pilihan masyarakat. Semua kelas, baik ekonomi, bisnis, semua ber-AC. Apalagi kini tak ada lagi pedagang asongan masuk gerbang. Namun, belum lama ini, manajemen KAI menaikkan tarif kereta.
Untuk angkutan mudik nanti, PT KAI memberlakukan tuslah atau kenaikan tarif. Sesuai regulasinya, mereka memberlakukan kenaikan batas bawah dan batas atas. Misalnya KA untuk jurusan Surabaya-Jakarta tarif batas atas selama angkutan lebaran 2015 Rp 650.000.
Kepala Daops 8 Yusren menuturkan bahwa selama arus mudik Lebaran, pihaknya mempersiapkan gerbang tambahan. Jika pada hari biasa lokomotif membawa 9 gerbang, saat Lebaran bisa membawa sampai 12 gerbang. Sesuai kemampuan lokomotif.
Namun, semua disesuaikan dengan panjang lintasan rel di stasiun. Namun, armada kereta tetap akan ditambah. Akan ditambah enam rangkaian kereta untuk kelancaran mudik.
"Begitu juga sarana prasarana, rel, dan semua kenyamanan mulai dari stasiun hingga di dalam gerbang kami perhatikan. Bersaing lah untuk memberi pelayanan terbaik. Dobel rel akan sangat membantu menyingkat waktu," kata Yusren.
Jika ke Jakarta biasanya jarak tempuh 9,5 jam, semua bisa diperpendek. "Kami memberlakukan gerbang tambahan itu mulai 10 - 26 Juli saat arus mudik dan balik mudik," kata Yusren.
Sejumlah kereta api kelas eksekutif kini sudah makin diserbu masyarakat. Mereka merasa nyaman saat naik kereta. Selain jaminan keselamatan terjaga, molornya pemberangkatan juga relatif kecil.
"Saya langsung beli tiket online untuk berangkat 12 Juli ke Cilacap. Ini pas ada promo. Naik keret itu enak, nyaman dan menyenangkan," kata Fatmedya, mahasiswa Unair yang membeli tiket Rp 400.000.
Saat ini, sejumlah kereta kelas eksekutif memang terus diserbu calon penumpang. Seperti KA Bima, Bangunkarta tujuan Jakarta makin diminati. Begitu KA Argo Wilis, Turangga tujuan Bandung kelas eksekutif juga diserbu.
Begitu juga, Mutiara Selatan tujuan bandung kelas bisnis, Sancaka pagi dan Sancaka sore tujuan Yogya makin ramai. Hal yang sama terjadi untuk Mutiara Timur pagi dan malam tujuan Jember dan Banyuwangi.