Tampilan Diri Mempengaruhi Dampak Bullying
“Ada beberapa hal ya yang harus kita ketahui, mulai dari penampilan, sikap, termasuk cara bicara kita,” tuturnya dalam acara Personal Branding & Cyber
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Yoni
SURYA.co.id| SURABAYA - Tampil beda di depan umum itu hal yang wajar.
Ginza Rheza, penyiar radio kenamaan Jakarta ini mampu menghipnotis para peserta yang hamper yang mayaoritas diikuti kaum hawa.
Ginza memaparkan beberapa hal yang terkait penampilan seseorang dan juga masalah bullying yang kerap terjadi di kalangan mahasiswa.
“Ada beberapa hal ya yang harus kita ketahui, mulai dari penampilan, sikap, termasuk cara bicara kita,” tuturnya dalam acara Personal Branding & Cyber Bullying bersama Satto, di Fakultas Ilmu Sosial dan Pilitik (FISIP) Unair Kampus B, siang.
Menurutnya setiap orang itu perlu dan wajib mengetahui apa yang harus dilakukan.
“Misalnya ini ya, ada seseorang yang ia tahu segalanya. Musik, olahraga, fashion, kuliner dan masih banyak lagi. Nah dengan pengetahuan itu ia juga harus tahu batas-batasnya,” tambah pria kelahiran Jakarta 1985 ini.
Batasan yang ia maksud ialah bagaimana setiap orang mampu menunjukkan siapa dirinya tanpa harus merubah dan menambah-nambahi.
Melalui pengalamannya yang juga pernah di bullying oleh teman-temannya ketika duduk di bangku SD ini, mampu mengajarkan Ginza berbagi pengalaman pahit itu.
“Sewaktu SD sih pernah dibully. Sampe sepatu itu dilempar ke muka. Dan pengalaman itu aku buat pelajaran dan kesan yang bermakna,” tegasnya.
Ia mengatakan kalau ia di bully oleh teman-temannya karena ia yang dulu pendiam dan jarang bergaul dengan teman sebayanya.
Oleh karena itu, dalam pandangannya ia harus bisa menjadi orang yang luar biasa dan mampu melihat peluang diri sehingga bisa menghindari seseorang dari bullying atau penindasan.
“Tipsnya yang paling mudah ini ya, selalu melakukan hal-hal yang positif, mengetahui batas kemampuan diri, konsisten. Semua itu akan mempengaruhi kita dalam bersikap ataupun berpakaian,” tambahnya.
Ia juga menceritakan kalau sampai hari ini ia masih merasakan cibiran-cibiran tentang dirinya.
“Tadi aja jalan ke ruangan ini, aku sudah dicibir sama mahasiswa. Mereka pada ngeliatin aku karena pakaian seperti ini. Nah ini juga kita harus pandai menempatkan pada tempatnya,” terang alumni Universitas Bina Nusantara ini.
Ia menyebutkan, kalau orang yang tidak kuat dengan cibiran bisa menimbulkan resiko bagi orang itu sendiri. Karena tak memungkinkan ornag itu akan bunuh diri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/personal-branding_20150530_160800.jpg)