Berita Madiun

Mortir Aktiv di SMPN 12 Madiun Sempat Dikorek dan Dipukul-pukul

#MADIUN - SMPN 12 ini, menurut sejarahnya menjadi Markas Tentara Pelajar. Bisa jadi dulu benda itu ditanam atau disimpan masa kemerdekaan.

Mortir Aktiv di SMPN 12 Madiun Sempat Dikorek dan Dipukul-pukul
sudarmawan
Petugas Unit Jibom Sub Den Kompi 2C Brimob Madiun mengamankan mortir temuan Suwardi di proyek pembangunan SMPN 12 Kota Madiun dibawa ke Mako Brimob. 

SURYA.co.id | MADIUN - Suwardi ,kuli bangunan proyek pembangunan SMPN 12 Kota Madiun, merasa kaget. Ini menyusul ditemukannya sebuah mortir saat kuli bangunan ini meratakan tanah urugan.

Saat itu, cangkulnya mengenai benda keras. Ketika dikorek dengan cangkul secara hati-hati, ternyata benda itu berbentuk besi memanjang dengan ujung bawa besar dan ujung atas kecil.

Benda itu sempat dibuat mainan dengan dikorek-korek dan dipukuli untuk diambil besinya.

"Saat dibersihkan, akhirnya diketahui besi memanjang dan sempat dibuat mainan sesama pekerja lainnya itu, diketahui mortir karena mirip bom. Atas perintah mandor, seorang pekerja diminta melapor ke Polsekta Manguharjo yang berjarak sekitar 200 meter," terang Suwardi warga Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun kepada Surya, Sabtu (30/05/2015).

Selain itu, Suwardi menguraikan tanah urugan berasal dari lokasi semula, setelah pondasi dibuat kemudian diurug lagi. Karena, dirinya tidak menyangka jika ada benda berat dan berbahaya itu.

"Sejak pagi hingga penemuan benda itu tidak ada firasat apa pun. Setelah tahu, bom saya sempat takut dan tangan masih gemetar sekarang," imbuhnya.

Paska mendapatkan laporan itu, petugas Polsekta Manguharjo menuju lokasi dan mengamankan benda mirip bom itu.

Kemudian, disusul menghubungi Sub Den 2C Brimob dan mendatangkan Unit Penjinak Bom (Jibom) untuk memeriksa dan mengevakuasi.

Hingga akhirnya diketahui benda itu sebagai mortir peninggalan perang zaman kemerdekaan itu.

"Setelah kami cek, mortir memiliki panjang 100 sentimeter, pangkal bawah berdiameter 40 sentimeter dan hulu ledak 20 sentimeter," ujar Aipda Dasono, Unit Jibom Sub Den 2C Brimob Madiun.

Menurut dia, mortir itu peninggalan perang kemerdekaan. SMPN 12 ini, menurut sejarahnya menjadi Markas Tentara Pelajar. Bisa jadi dulu benda itu ditanam atau disimpan masa kemerdekaan.

Selain itu, Dasono menguraikan berdasarkan ciri fisik lain, kemungkinan mortir itu masih aktif sekitar 50 persen serta memilik daya ledak tinggi.

"Mortir akan kami amankan dulu sebelum diserahkan ke institusi berwenang yakni TNI AD. Kami sementara ini hanya mengamankan," pungkasnya. 

Tags
mortir
Penulis: Sudarmawan
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved