Kenal Melalui FB, Ngaku Polisi Tipu Janda Hingga Setengah Miliar
"Uang saya sudah pakai semua," ucap Erwinsyah yang sehari-hari bekerja di tempat penangkaran burung di Bandar Lampung.
SURYA.co.id|DENPASAR - Sejak awal bagi pengguna dunia maya terutama perkenalan melalui FB harus berhati-hati.
Jika tidak anda akan tertipu.
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali berhasil menangkap polisi gadungan yang melakukan penipuan dan penggelapan terhadap seorang wanita berinisial LA (55) sebesar Rp 506 juta.
Hanya dari menjalin komunikasi lewat telepon dan media sosial facebook, janda asal Buleleng itu terpikat oleh tersangka Erwinsyah bin Iskandar alias Indra Kusuma (36), dan mau mentransfer duitnya hingga lebih setengah miliar.
Pengakuan Erwinsyah bahwa dirinya adalah seorang polisi berpangkat ajun komisaris besar yang tugas di Mabes Polri rupanya membuat LA tergiur.
"Korban LA baru sadar tertipu setelah mengecek ke Mabes Polri, dan tidak ada anggota polisi yang bernama Indra Kusuma," kata Kepala Sub-Bagian Penerangan Masyarakat Kepolisian Daerah Bali, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sri Harmiti di Denpasar, Jumat (29/5/2015).
Direktur Reskrimum Polda Bali melalui Kanit Anti Teror Subdit I Keamanan Negara, Kompol Tri Djoko Widianto mengatakan, kasus tersebut berawal dari perkenalan antara tersangka Erwinsyah dan korban LA lewat media sosial facebook pada November 2014 lalu.
Seiring waktu berjalan, keduanya semakin intens berkomunikasi.
Tidak hanya melalui facebook, juga berkomunikasi via telepon seluler.
“Ada unsur asmara juga antara keduanya," kata Widianto saat jumpa pers di Mapolda Bali, Jumat (29/5/2015).
Ia menuturkan, korban semakin jatuh hati kepada Erwinsyah karena tersangka mengaku sebagai anggota Polri berpangkat AKBP dan bertugas di bagian SDM Mabes Polri.
Apalagi, akun facebook Erwinsyah menampilkan beberapa foto-foto pria dengan menggunakan seragam kepolisian.
Beralasan ingin mengurus mutasi tugas ke Polda Bali agar hubungannya dengan LA bisa lebih intim, Erwinsyah meminta korban mentransfer uang senilai Rp 506 juta melalui beberapa rekening, antara lain di BRI, BNI, dan Bank Mandiri.
"Transfer dana itu secara bertahap, beberapa kali hingga total Rp 506 juta. Transfer dana terakhir tanggal 15 Januari 2015," ucap Widianto.
Setelah permintaan Erwinsyah dipenuhi, beberapa bulan kemudian ternyata LA tidak bisa lagi menghubungi Erwinsyah.