Berita Malang Raya
John Pope Ingin Kenalkan Kesamaan Islam dan Kristen di Australia
#MALANG - Dalam diri saya ada Islam kecil, tapi saya tetap Kristen. Tidak pernah ada keinginan untuk berpindah agama.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yuli
SURYA.co.id | MALANG - Memakai atasan kaos hitam dan celana panjang, pria berkewarganegaraan Australia, Roberth John Pope (48), sedang menghabiskan waktu sorenya di restoran Jalan Tidar, Kota Malang, Sabtu 30/5/2015) malam.
Pria beragama Kristen ini baru saja menyelesaikan Magister (S2) Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
“Sudah 10 tahun saya mempelajari Islam melalui literatur buku, sampai saya menemukan UMM sebagai tempat pembelajaran yang seuai dengan selera saya,” jelas pria yang sudah 9 tahun tinggal di Indonesia.
Roberth tinggal di Indonesia dengan istri dan tiga anaknya. Ia lulusan Leadership di Southern Cross College, Australia. Sedangkan istri Roberth, Ronda Pope, jadi pengajar di sekolah Internasional.
Roberth mengaku ingin memberitahukan hakikat Islam kepada umat agama lain karena banyaknya masalah yang muncul akibat salah pengertian terhadap Islam.
“Yang menjadi fokus saya adalah esensi Islam dengan agama saya itu sama, yaitu berserah diri pada Allah dan berpegang dengan syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah,” jelas pria kelahiran 4 Maret 1967 ini.
Selama ini, ia menjadi kepala Equal Access International yang bermitra dengan Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (PUSAM) PPs UMM.
Tempat ini merupakan ajang berkumpul orang dari berbagai agama untuk menyelaraskan pemahaman dalam suatu tindakan khususnya di bidang sosial.
“Nantinya bekal pengetahuan saya dalam agam Islam dapat saya sampaikan kepada sesama pemeluk kristiani untuk lebih saling menghargai dan memahami agama Islam,” ungkap salah satu CEO perusahaan property di Australia ini.
Dalam menempuh pendidikan di UMM, ia mendapat dukungan penuh dari keluarga yang sudah terbiasa dengan kehidupan orang Islam di Indonesia.
Bahkan kehidupannya sudah mengikuti syariat orang Islam dengan memakan makanan halal dan mengatur pola bicara dengan kalimat yang baik.
“Saat di kelas, mungkin ada sejumlah mahasiswa di kelas yang merasa aneh dengan keberadaan saya. Tetapi dosen selalu memberikan pengertian dan pemahaman sehingga mereka sangat welcome pada saya,” tutur pria yang baru saja merayakan kelulusan SMA putri pertamanya ini.
Untuk mempelajari Islam, dirinya mengaku tidak bisa menghindari ayat-ayat Alquran maupun kata-kata yang dituliskan dalam bahasa Arab.
Namun, dengan kemajuan zaman, ia mengaku tidak mengalami kesulitan dalam memahami maknanya.
"Lebih baik tidak bisa baca Al quran tetapi bisa memaknai dan mengamalkannya dan memiliki esensinya,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/roberth-john-pope-umm-malang-islam-kristen-wisuda_20150530_221257.jpg)