Sabtu, 11 April 2026

Batu Akik Surabaya

VIDEO - Yuk, Jalan-jalan ke Pusat Batu Akik Surabaya

#SURABAYA - Gambar angka-angka yang kadang juga muncul banyak pula dicari orang. Misalnya ada batu akik yang di bagian dalamnya ada gambar angka 8.

Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Yuli

VIDEOGRAFER SURYA: Wiwit Purwanto

SURYA.co.id | SURABAYA - Keindahan artistik sebuah batu permata atau biasa disebut sebagai batu akik belakangan ini ramai diperbincangkan. Sebagian orang tertarik karena goresan gambar yang timbul dari dalam batu.

Sebagian lagi sengaja mengincar karena nilai magis di batuan tersebut. Yang jelas meskipun tujuan berbeda kala memburu batu akik, mereka kerap mencari batuan ini sebagai koleksi maupun sebagai buah tangan yang berharga.

Di kota Surabaya misalnya, ada beberapa tempat dimana pencinta batu akik ini baik penjual, pembeli, pemerhati berkumpul. Salah satunya adalah di pusat batu permata Indrapura.

Di tempat ini ada sekitar 60 an penjual batu akik. Beragan batuan permata mulai batu yang masih berupa bongkahan, setengah jadi hingga yang sudah kinclong ada disini.

Di toko H Iksan misalnya, ia yang sudah 24 tahun berjualan batu akik di tempat ini menyediakan bongkahan batu permata yang belum tergarap hingga setengah jadi. “Yang sudah jadi juga ada, tapi kalau mau memilih sendiri batu yang mentah juga ada,” katanya.

Warna warni dan macam macam batuan permata tersedia di sini. Begitu pula harga yang ditawarkan juga beragam. untuk sebuah batu jenis Bacan mentah seukuran jempol orang dewasa misalnya dihargai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. “Ini yang masih berupa batu, kalau sudah jadi seperti ini harganya Rp 10 jutaan,” jelasnya.

Setiap hari di lokasi ini ratusan pengunjung baik atang dari Surabaya maupun luar kota memadati lorong diantara lapak lapak yang menjajakan batu akik. H Iksan sendiri pelanggannya juga datang dari berbagai kota, seperti Madura, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto dan kota kota lainnya. Sebagian besar pelanggan H Iksan membeli masih berupa batu mentahan.

Sebagian besar penjual batu akik disini mendapatkan batuan itu dari tengkulak yang datang dari Pacitan, Cirebon, Kalimantan hingga luar negeri seperti dari Malaysia dan Brunei. Bahkan kata H Iksan ada yang datang dari Pulau Halmahera. “Seperti ini adalah batu bacan Halmahera,” tukasnya.

Wasono misalnya, sengaja memilih sendiri batu mentah, batu jenis Bacan warna biru itu kemudian diproses menjadi cincin. “Saya beli yang masih berupa batu dan saya buat cincin, “ katanya.

Untuk proses ini tidak bisa sehari selesai namun bisa sampai satu minggu tergantung dari banyaknya pesanan. “Cincin saya belum selesai tinggal memoles sedikit lagi,” katanya.

Wasono sendiri suka dengan batu akik ini karena warna dan bentuknya. “Tidak ada hal lain, saya suka karena warnanya bagus bagus dan bentuknya unik,” tambahnya.

Di pusat batu akik Indrapura ini harga bervariasi, tergantung dari bentuk maupun gambar yang muncul dari bebatuan itu. Mulai dari harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Variasi harga ini tergantung dari bentuk maupun gambar yang muncul dari serat serat bebatuan itu.

Dari berbagai model itu mudah dikenali dari gambar yang muncul dari bebatuan ini. Seperti gambar singa, monyet, bunga mawar, keris, dan sebagainya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved