Berita Luar Negeri

Austria Adili Bocah 15 Tahun Diduga Teroris

Polisi saat penahanan mengatakan, remaja itu memuat permintaan mengenai pembelian bahan untuk sebuah bom dan berencana meledakkannya

Penulis: Wahjoe Harjanto | Editor: Wahjoe Harjanto
google
TERORIS - Mertkan G, pria berusia 15 yang didakwa sebagai teroris yang akan melakukan pengeboman Stasiun Kereta Api Wina. 

SURYA.CO.ID | SANKT POELTEN - Mertkan G, remaja lelaki 15 tahun warga Austria, didakwa terlibat kelompok keras dan dituduh berniat mengebom Stasiun Kereta Api di Wina, sehingga diancam hukuman lima tahun pejara dalam sidang di Pengadilan Sankt-Poelten, Selasa (26/5/2015).

Terdakwa Mertkan G ditahan pada Oktober 2014 saat masih berumur 14 tahun dan diduga berhubungan dengan pendukung Negara Islam (IS) serta Al-Qaeda. "Ia juga diduga mendapat perintah mengenai cara membuat bahan peledak dari laman Al-Qaeda untuk menjalankan serangan di Wina," kata Pengadilan yang terletak 70 Kilometer sebelah barat ibukota Austria itu.

Berdasarkan atas dakwaan, remaja itu pindah dari Turki pada 2007, dan ingin melakukan serangan sebelum bergabung dengan perang di Suriah dan berhubungan dengan perekrut IS di Wina. Namun Pengacaranya, Rudolf Mayer, mengatakan kepada AFP, kliennya hanya bermain-main dengan ide membuat bom.

Polisi saat penahanan mengatakan, remaja itu memuat permintaan mengenai pembelian bahan untuk sebuah bom dan berencana meledakkannya di tempat umum seperti Vienna Westbahnof, stasiun kereta utama.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Austria, lebih dari 200 orang telah melakukan tindakan terorisme, termasuk perempuan dan anak-anak. Sekitar 70 orang sudah pulang, beberapa diantaranya masih dalam tahanan menunggu sidang.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Sumber:
Tags
terorisme
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved