Berita Luar Negeri

1.850 Tewas Akibat Perang di Yaman

Tidak semua kematian akibat perang dilaporkan ke sarana kesehatan sehingga jumlah korban sebenarnya berpeluang jauh lebih banyak.

Penulis: Wahjoe Harjanto | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA.CO.ID | JENEWA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebutkan, perang di Yaman sejak akhir Maret telah menewaskan sekitar 1.850 orang dan memaksa 500.000 lagi mengungsi, Selasa (19/5/2015).

Hingga 15 Maret 2015, jumlah korban tewas mencapai 1.849, sementara korban luka 7.394, demikian menurut Badan Kemanusiaan PBB, yang memperoleh data dari sejumlah sarana kesehatan di Yaman.

PBB berulang kali menegaskan, tidak semua kematian akibat perang dilaporkan ke sarana kesehatan sehingga jumlah korban sebenarnya berpeluang jauh lebih banyak.

PBB menyampaikan hal tersebut bersamaan dengan kembali dimulainya gelombang serangan pesawat udara dari sekutu pimpinan Arab Saudi dengan sasaran kelompok Houthi di Sanaa. Serangan udara itu dihentikan lima hari sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan.

Sejak Maret, sekutu pimpinan Arab Saudi mulai melancarkan serangan udara untuk mengembalikan pemerintahan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang saat ini tengah melarikan diri ke Riyadh akibat pemberontakan Houthi.

"Gencatan senjata kemanusiaan lima hari sangat tidak cukup. Kami tidak mempunyai waktu untuk mendistribusikan bantuan makanan bagi mereka yang membutuhkan," kata juru bicara badan World Food Programme (WFP) dari PBB, Elisabeth Byrs.

Dia mengatakan, WFP hanya mampu mengirim makanan kepada 400.000 orang selama jeda lima hari, atau hanya setengah dari 738.000 orang yang membutuhkan.

"WFP mengusulkan agar jeda kemanusiaan itu terus dilakukan dalam waktu yang terjadwal untuk mendistribusikan bantuan-bantuan yang sangat dibutuhkan," kata dia.

Sementara itu, juru bicara badan pengungsi PBB (UNHCR), Adrian Edwards, menjelaskan, jeda humaniter telah membuat UNHCR mampu mendaratkan sejumlah pesawat berisi bantuan di Sanaa, Ibu Kota Yaman.

Kepada sejumlah wartawan, diungkapkan bahwa jeda humaniter itu juga membuat UNCHR berhasil menyusun 40 penilaian kondisi di lapangan di berbagai wilayah Yaman.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Sumber:
Tags
Yaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved