Jumat, 29 Mei 2026

Ujian Nasional 2015

Konvoi Pecahin Pot Bunga, 5 Pelajar Lamongan Diminta Ganti Rugi

"Sepedanya ada yang dipreteli, dan kenal potnya meraung -raung saat digeber,"ungkap Sahal, warga kota.

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni
Surya/Hanif Manshuri
Para pelajar SMK PGRI 1 Lamongan yang diamankan polisi saat melakukan aksi konvoi. Mereka juga kedapatan memecahi pot bunga untuk program Gerakan Green and Glean. Para pelaku hanya bisa tertunduk malu ketika digiring ke polre, Senin (18/5) 

SURYA.co.id| LAMONGAN - Ulah pelajar dalam merayakan kelulusan ini tak patut di contoh.

Lima siswa SMK PGRI 1 Lamongan harus berurusan dengan warga Mlaten, Kecamatan Lamongan, lantaran memecahkan lima pot bunga untuk program Green and Clean milik warga saat melakukan aksi konvoi dalam kota, Senin (18/5/2015).

Tak hanya dengan warga, kelima siswa juga digiring ke polres setelah dikejar anggota BM pos di terminal Lamongan.
Karena ulahnya yanag ugal - ugalan saat konvoi membuat warga Mlaten berang dan mendesak agar kelima siswa dibawa ke polisi.

Upaya warga inipun direspon anggota BM dan membawa kelimanya ke bagian Binmas.

Saat tiba di pelataran polres lima pelajar ini hanya bisa tertunduk malu dan menutup wajah saat diambil gambarnya.

Mereka mengaku tak menyangka jika aksi konvoinya harus membawanya berurusan dengan warga dan polisi.

Ternyata, pelaku konvoi itu tidak hanya mereka yang kelas III, baru lulus ujian, tapi dua diantaranya masih kelas II yang ikut - ikutan konvoi.

Para pelajar ini semula mengawali konvoinya dari depan SMK PGRI sekolahnya, tepat di utara Terminal Lamongan dan berlanjut hingga menuju kota, termasuk kawasan penduduk di Mlaten.

Aksi konvoi kelima pelajar yang kebut - kebutan ini memicu kemarahan para pengguna jalan karena mengganggu arus lalin.

"Sepedanya ada yang dipreteli, dan kenal potnya meraung -raung saat digeber,"ungkap Sahal, warga kota.

Bahkan saat melintas di Mlaten, para pelajar ini merusaki 5 pot bunga untuk program Gerakan Green and Clean yang sedang digalakkan Kabupaten Lamongan milik warga.

Lima unit pot bunga itu hancur berantakan lantaran disapu sepeda motor para pelajar.

Namun, sebelum semakin meluas menyusur dalam kota, petugas pos polisi (90), Terminal Lamongan dipimpin Kanit Patroli, Aiptu Fifin Y mempersempit gerak kelima pelajar hingga
akhirnya menyerah dan digiring ke polres.

Upaya polisi yang berhasil menghadang dan membawanya ke polres langsung disusul warga yang dirugikan, karena pot bunganya dipecahkan.

Pelajar pelaku pengrusakan,diantaranya M Shoffa (17), Faisal Duwi (17), Beby Willis (17),
Muhammad Yoga Pradika (17) dan Dicky Novianto (16) akhirnya dipertemukan dengan warga yang dimediasi Binmas.

Warga yang dirugikan menuntut ganti rugi. Warga bersama orang tua para pelajar akhirnya berangkat menuju lokasi penjualan pot bunga.

Pelaku diwakili orang tuanya sepakat menggantinya sesuai tuntutannya.

"Kita upayakan langkah pembinaan karena aksi para pelajar itu spontanitas. Bukan bentuk tindak pidana,"ungkap Kasat Binmas, AKP Yanti Bekti Hartini didampingi Paur Subbag Humas, Ipda Raksan kepada Surya, Senin (18/5).

Upaya edukatif lebih diutamakan, terrmasuk memanggil orang tua siswa dan guru dari SMK.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved