Ibu Dibonceng Anak Tewas Disenggol Bus Restu
Korban yang meninggal mengalami luka serius di bagian tulang tengkorak karena pecah dan mengalami pendarahan di bagian telinga dan hidung
Penulis: Sudarmawan | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA.CO.ID | MADIUN - Ny Siti Muhibah (51) yang dibonceng anaknya, Muhammad Khotami (17) dengan sepeda motor Yamaha Mio Nopol AE
5483 G meninggal dunia setelah disenggol bus Restu bernopol N 7765 UG di Jl Panglima Sudirman, Caruban, Minggu (17/5/2015).
Awalnya, bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) jurusan Surabaya - Ponorogo itu hendak mendahului sepeda motor korban yang sama-sama melaju dari arah timur (Surabaya).
Tetapi karena jaraknya terlalu mepet, pengendara motor kaget hingga oleng hingga membentur bagian lambung bus. Saat itu, sopir bus sudah membanting setir ke kanan hingga menabrak marka pembatas jalan dan pot bunga di atas marka jalan itu hingga hancur.
"Kemungkinan kaget pengendara motornya dan sopir bus tak memerhatikan jarak saat hendak mendahului," terang saksi mata Samto kepada Surya, Minggu (17/5/2015).
Selain itu, saksi yang juga Ketua RT ini, saat kejadian mengaku sedang duduk di depan toko miliknya di seberang jalan lokasi kecelakaan. Seketika saksi menolong kedua pengendara motor yang terjatuh. Kedua pengendara motor itu langsung dilarikan ke RSUD Caruban.
"Bus diminta warga berhenti dan penumpangnya dioper ke bus yang sama lainnya, karena korban yang dibonceng mengalami pendarahan hebat," imbuhnya.
Paska polisi datang, sepeda motor yang mengalami rusak parah pada bodi tengahnya itu langsung diamankan ke Pos Lalu Lintas Caruban sedangkan bus diamankan di dalam Terminal Caruban.
"Kalau kecelakaan di TKP itu cukup sering karena rawan wong pertigaan tanpa ada lampu merah. Siang malam sering terjadi kecelakaan di depan SMKN 1 Wonoasri itu," tegasnya.
Dokter RSUD Caruban, dr Dewi Hayu Kirana menjelaskan, korban yang meninggal mengalami luka serius di bagian tulang tengkorak karena pecah dan mengalami pendarahan di bagian telinga dan hidung hingga membuat korban meninggal.
"Kalau korban lainnya, anak korban hanya mengalami memar pada mata, robek pada kedua tangan dan kaki serta gegar otak ringan dan luka di bagian pelipis mata," tegasnya.
Kanit Laka Lantas Polres Madiun Iptu Sujarwo menegaskan, masih
mendalami penyebab terjadinya kecelakaan. Saat ini pihaknya masih memeriksa, sopir bus Samiaji (38) warga Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo itu.
"Kami masih memeriksa sopir Bus Restu sekarang, penyebab utama kecelakaan masih kami selidiki," pungkasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA