DPRD Jatim

Ingin Nikah di Jatim? Harus Mau Jalani Tes HIV/AIDS!

#SURABAYA - DPRD Jatim ingin membuat Perda khusus yang mengatur semua calon pengantin harus bersedia dites HIV/Aids.

Ingin Nikah di Jatim? Harus Mau Jalani Tes HIV/AIDS!
nuraini faiq
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Hery Prasetyo.

SURYA.co.id | SURABAYA - Calon pengantin yang ingin menikah harus mau mengikuti tes khusus. Ada rencana DPRD Jatim membuat regulasi baru berupa Perda khusus HIV/Aids. Di dalamnya, setiap calon pengantin akan dites penyakit ini.

Semua anggota Komisi E DPRD Jatim kini tengah merencanakan khusus untuk membuat Perda tersebut. "Kami awalnya prihatin dengan begitu banyaknya penderita HIV/Aids di wilayah kita. Jangan sampai terus menyebar," kata anggota Komisi E Hery Prasetyo, Rabu (13/5/2015).

Saat ini, Jatim menempati posisi kedua setelah Papua dalam hal jumlah penderita HIV/Aids. Bahkan bisa jadi menduduki urutan pertama melampaui Papua. Namun di sisi lain, tingginya angka penderita penyakit ini karena efektifnya pegiat HIV/Aids mendeteksi penderita.

Komisi E saat ini tengah menyiapkan Perda tentang HIV/AIDS. Perda ini akan menerobos masuk ke wilayah sakral rumah tangga. Bagi calon pengantin atau calon pasangan suami istri akan diwajibkan untuk menjalani tes kesehatan HIV/AIDS.

"Yang utama menjalani tes nanti calon pengantin pria. Namun bisa juga yang kena adalah calon mempelai perempuan. Tapi kebanyakan yang biasa "nakal" itu laki-laki," kata Hery dari Fraksi Demokrat.

Tentu penerapan Perda ini akan sangat rikuh atau tabu diterapkan. Bagaimana mungkin petugas harus memaksa calon pengantin dites. Belum lagi hasilnya juga akan memengaruhi psikologis dan hubungan rumah tangga bersama istrinya.

Namun, anggota Komisi E lainnya, Muzammil Syafii, meyakini bahwa kecil kemungkinan para calon pengantin menolak tes kesehatan. "Sebenarnya kasihan saja. Masak pasangannya tak tahu kalau HIV/Aids," kata Muzammil, dari Nasdem.

Menurut Muzammil, Perda tersebut semangatnya adalah mencegah makin menyebarnya virus HIV/Aids di keluarga. Pasangan nanti disarankan oleh tim dokter dan tokoh agama atas situasi yang dihadapinya jika berhubungan badan.

Saat ini tengah menguat di kalangan DPRD Jatim bahwa akan dikenakan sanksi bagi pasangan calon pengantin yang menolak tes kesehatan tersebut. Ada yang menyebut akan direkomendasikan ke KUA agar dipersulit memproses akta nikah.

Nantinya, akta nikah diberikan jika pasangan telah mengikuti tes kesehatan khusus HIV/Aids. Penyebaran penyakit ini saat ini banyak menyebar di kalangan rumah tangga.

Kalau nanti Perda khusus itu jadi disahkan dan diterapkan, akan ada pendampingan khusus bagi penderita positif HIV/AIDS. Mererka mengistilahkan valiatif care yang akan memberikan pendampingan khusus bagi penderitanya. Penyakit ini masih bisa disembuhkan. 

Tags
HIV/AIDS
Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved