Anak-anak Itu Bahagia Sekolah di Pinggir Kali Bengawan Solo

di sekolah sederhana pinggir kali Bengawan Solo itu,anak-anak berguru langsung pada alam, sepuasnya mereguk ilmu pada ibu pertiwi...

sekolah alam bengawan solo
Siswa menyusuri kali Bengawan Solo dengan rakit tambang 

Oleh : Sandi Iswahyudi
Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang
@SandiIswahyudi

BELAJAR itu bisa di mana saja dan kapan saja. Dan alam adalah guru terbaik untuk belajar tentang segala hal. Itulah yang diterjemahkan Jefri Nur Arifin, Kepala Sekolah Alam Bengawan Solo Taruna Teladan (SABS). 

Sekolah alam di pinggir kali Bengawan Solo ini terletak di Panjangan 01/1 Desa Gondangsari, Kecamatan Juwiring, Klaten Jawa Tengah. Selain belajar, siswa juga bisa langsung berguru pada alam bagaimana menjaga dan melestarikan alam, agar alam dan lingkungan terus membagi kebaikannya. 

"Mungkin ini konsep pendidikan alternatif baru, yang terkesan nyeleneh," aku Jefri Nur Arifin tentang sekolah alam Bengawan Solo yang setara dengan SD pada umumnya, saat ditemui Rabu (22/4/2015) silam.

Kurikulum di sekolah sederhana ini mengacu standar kompetensi yang ditetapkan Depdiknas RI dan menjadikan alam sebagai media belajar pembentukan karakter anak. Kurikulum sekolah alam Bengawan Solo terintregrasi dalam kurikulum akhlak, ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan kewirausahaan.

Sebagai contoh, setiap rabu legi peserta didik berjualan makanan-minuman. Untung rugi tak jadi soal utama, terpenting sejak dini mereka paham niaga, menjadi wirausaha, berbagi, dan kerja sama satu sama lain adalah keharusan. Hebat bukan?

Selain beberapa program menarik yang tak semua sekolah melakukannya. Yakni, membuat kebun berisi tanaman pertanian dan hias, belajar beternak, budidaya ikan, serta outbound.

Suatu siang mengunjungi sekolah alam Bengawan Solo sungguh menakjubkan. Melihat anak-anak bebas belajar, berkreasi, sekaligus bermain. Ada yang bersepeda, asyik mewarnai, membuat kerajinan, membaca buku, berjualan, hingga berlarian dan tertawa lepas.

Mereka pun membagi mimpi-mimpinya. Ada yang ingin menjadi wirausaha sukses, guru, seniman, hingga mengabdikan diri untuk negeri. Di sekolah alam pinggir kali Bengawan Solo ini ada sekitar 30-an lebih anak didik dengan empat pengajar muda nan kreatif.

Stigma pemuda yang hedonis, pragmatis, dan apatis pada bangsa terbantahkan. Melihat anak muda yang peduli pada negeri dan sesamanya di sini, sungguh menyejukkan.

Kami harap lulusan sekolah alam Bengawan Solo nantinya dapat menjaga dan melestarikan bumi, terutama menjaga alam Indonesia, pungkas Jefri.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved