Berita Banyuwangi
Tour de Ijen Ikut Dongkrak Omset Produsen Kaos Banyuwangi
Omzet penjualannya dalam sehari mencapai Rp 3 juta. Biasanya, dalam keseharian, omzetnya berkisar Rp 1 juta.
SURYA.co.id | BANYWUANGI - Kegiatan lomba balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2015 yang digelar sejak 6-9 Mei ikut mendongkrak omzet produsen kaos dan produk minuman di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Produsen kaos dengan merek Kaosing, Tasya Madina, di Banyuwangi, Sabtu (9/5/2015) mengemukakan selama pelaksanaan lomba balap internasional penjualan kaos di gerainya meningkat hingga 300 persen.
Di hari biasa, produsen kaos etnik khas Banyuwangi itu hanya mampu menjual sekitar 75 kaos, menjelang dan selama pelaksanaan balap tersebut terjual hingga 300 per hari.
"Harganya sekitar Rp 80.000 hingga Rp 150.000 per kaos," ujarnya sebagaimana dikutip siaran pers Humas Pemkab Banyuwangi.
Annisa Febby, perajin kaos dengan merek Nagud mengatakan selama pelaksanaan ITdBI, penjualan kaosnya laku keras hingga mencapai omzet Rp 15 juta per hari dengan rata-rata harga kaos Rp100.000 per kaos.
Demikian pula Pramuji yang memproduksi kaos dengan merek Republik Using.
Dia memanfaatkan stan di lokasi finish ITdBI yang disediakan Pemkab Banyuwangi.
Omzet penjualannya dalam sehari mencapai Rp 3 juta. Biasanya, dalam keseharian, omzetnya berkisar Rp1 juta per hari.
Sementara penjual minuman sirup jahe merah dan temulawak khas Banyuwangi, Lulus Asta Dewi, juga sangat diuntungkan dengan event ITdBI.
Menurut Lulus, tiap hari dia bisa menjual lebih dari 200 botol dengan rata-rata harga per botol Rp5.000. Padahal pada hari biasa terjual 50 botol saja.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/0905tour-de-ijen_20150509_135754.jpg)