Lokalisasi Ditutup, PSK Ganti Mangkal di Warung, Berkedok Penjual Makanan
Target para PSK liar di 30 titik rawan itu merupakan para sopir truk dan sopir barang lainnya.
Penulis: Sudarmawan | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | MADIUN - Geliat prostitusi di wilayah Kabupaten Madiun tak redup pasca ditutupnya lokalisasi Wisma Wanita Harapan Gude di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.
Bahkan, lokalisasi liar semakin menjamur, tersebar di 30 titik wilayah di Kabupaten Madiun.
Puluhan titik rawan itu tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Madiun. Diantaranya di Kecamatan Jiwan, Saradan, Mejayan, Pilangkenceng, Dolopo dan Kecamatan Kebonsari.
"Selama ini kami memantau 30 titik rawan yang dijadikan ajang prostitusi liar itu. Semua bermodus pelayanan warung," terang Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinsosnakertrans Pemkab Madiun, Endang Suwarsih kepada SURYA.co.id, Sabtu (9/5/2015).
Menurut Endang, PSK yang berkedok pelayan warung kopi, lalu melayani birahi lelaki hidung belang itu, bukan warga asal lokalisasi.
“Mereka merupakan pendatang, warga luar Kabupaten Madiun. Mereka tersebar di jalur antar propinsi, antar kabupaten dan antar kecamatan," imbuhnya.
Sementara target para PSK liar di 30 titik rawan itu merupakan para sopir truk dan sopir barang lainnya.
Oleh karenanya, untuk meminimalisir prostitusi liar itu, kata Endang pihaknya mengusulkan pembuatan Terminal Cargo.
"Karena kalau sudah ada Terminal Cargo ada petugas yang mengawasi tak akan ada prostitusinya. Tapi kalau truk parkir di pinggiran jalan menumpuk, kemudian lahir warung dan praktek prostitusi liar itu akan nimbrung disitu," katanya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA