Berita Madiun

Lima Pengidap HIV/AIDS di Kota Madiun Akhirnya Tewas

#MADIUN - "Data 5 korban meninggal dunia itu tercatat sejak 2014 sampai awal Mei 2015 ini," kata Direktur Yayasan Bambu Nusantara, dr Titik Sugianti.

Lima Pengidap HIV/AIDS di Kota Madiun Akhirnya Tewas
surya/ahmad zaimul haq
Aksi peduli AIDS mahasiswa Universitas Surabaya, Senin (1/12/2014). 

SURYA.co.id | MADIUN - Sebanyak 5 penderita HIV /Aids dari 20 Orang dengan HIV/Aids (ODHA) warga Kota Madiun akhirnya tewas. Mereka meninggal dunia selama pendampingan yang dilaksanakan Yayasan Bambu Nusantara Madiun.

"Data 5 korban meninggal dunia itu tercatat sejak 2014 sampai awal Mei 2015 ini," terang Direktur Yayasan Bambu Nusantara, dr Titik Sugianti kepada SURYA.co.id, Sabtu (09/05/2015).

Lebih jauh, perempuan yang akrab dipanggil Titik ini menguraikan ada kecenderungan jumlah pendertia HIV/Aids di Kota Madiun meningkat tajam setiap tahun berdasarkan data pendampingan.

Namun, jumlah kenaikan itu masih tergolong lebih sedikit jika dibandingkan dengan daerah lain termasuk wilayah Kabupaten Madiun.

Apalagi, pekan ini, saat tim Polres Madiun mengamankan 30 Pekerja Seks Komersial (PSK) di sekitar Pasar Muneng, di Jalur Utama Caruban - Madiun, Desa Muneng, Kecamatan Pilangkenceng ditemukan 7 PSK penderita HIV/Aids.

Apalagi dua di antaranya warga asal Desa Muneng, Kecamatan Pilangkenceng dan Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun.

"Bagi kami angka penemuan itu cukup besar dan fantastis. Karena lebih dari 20 persen dari PSK yang diamankan sudah dinyatakan positif paska pemeriksaan kesehatan," imbuhnya.

Penulis: Sudarmawan
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved