SNMPTN 2015
Lemot Saat Cek Pengumuman SNMPTN 2015? Pakai Saja Cara Ini
#SURABAYA - 11 website itu disajikan kampus-kampus berbagai daerah, mulai dari UI, ITB, ITS, UNDIP, UNAIR, UGM, UNSRI, UNHAS, UNTAN, dll.
Penulis: Magdalena Fransilia | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Tiap calon mahasiswa yang mendaftar lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) sudah bisa melihat pengumuman hasil kelulusan sejak Sabtu (9/5/15) pukul 17.00 WIB melalui laman resmi SNMPTN.
Tak hanya itu, peserta yang mendaftar di PTN manapun se Indonesia bisa melihat pengumuman hasil itu pada 11 website mirror yang disediakan panitia SNMPTN pusat.
11 website itu disajikan oleh kampus-kampus berbagai daerah, mulai dari UI, ITB, ITS, UNDIP, UNAIR, UGM, UNSRI, UNHAS, UNTAN, UNAND, serta IPB.
“Supaya tidak terjadi hang saat diakses bersama-sama seluruh Indonesia. Tak harus dari PTN yang sama dengan tujuan masing-masing. Misal daftar di Unair, tapi bisa di cek di web ITS kalau web PTN yang dituju lemot,” ujar Ismaini Zain, humas SNMPT ITS saat ditemui SURYA.co.id, Sabtu (9/5/15).
Lulus atau tidak bisa dicek menggunakan nomor pendaftaran atau NISN (Nomor Induk Siswa Nasional), dan paswordnya menggunakan tanggal-bulan-tahun kelahiran peserta.
Kemudian cek dengan menekan tombol biru bertuliskan Lihat Hasil Seleksi. Apabila lulus peserta pasti mendapatkan ucapan selamat dan muncul program studi maupun nama Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diinginkan sebelumnya.
Menurut hasil rekap data yang diperoleh SURYA, dari 5 PTN yang menyediakan jalur SNMPTN di Surabaya angka penerimaannya hampir sesuai dengan daya tampung yang disediakan.
Universitas Negeri Airlangga (Unair) mencatat pendaftar yang diterima lewat jalur SNMPTN dipastikan sebanyak 2608 orang. Jumlah ini seimbang antara daya tampung dan pendaftar. Dari jumlah itu, 572 diantaranya menerima bidik misi.
“Untuk menerima beasiswa, calon maha siswa baru harus melakukan tahapan verifikasi data,” ungkap Bagus Ani Putra, Humas SNMPTN Unair.
Sedangkan bagi jalur non bidikmisi akan dipakai menentukan tarif Uang Kuliah Tunggal (UKT) tahun 2015/2016. Menurutnya persebaran camaba yang mendaftar sudah memenuhi keterwakilan 34 propinsi se-Indonesia dan38 Kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Sementara itu, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima 1608 peserta dari daya tampung sebesar 1626. Dari jumlah itu, 469 diantaranya menerima bidikmisi.
“Ada peserta prodi Desain Produk yang tidak memenuhi kriteria, sehingga jumlah yang diterima tidak mencapai kuota yang tersedia,” ungkap Ismaini. Ada sekitar 17 peserta yang tidak lulus ujian keterampilan khusus.
Dari kapasitas prodi Desain Produk yang disediakan 75, hanya sejumlah 57 saja yang diterima. Sisa kuota itu akan dilimpahkan pada daya tampung Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN).
Pendaftar SNMPTN di ITS didominasi daerah Jawa Timur sebanyak 1080 camaba, terbanyak kedua Jawa Tengah yakni 192 camaba, kemudian asal DKI Jakarta sebanyak 123 peserta, dan Jawa Barat sebanyak 49 pendaftar.
Lain halnya dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dari kapasitas 2629 peserta, yang diterima sebanyak 2448 orang sehingga tercatat 181 kursi kosong. Dari jumlah itu sebanyak 535 peserta yang menerima bidikmisi.