Berita Madiun

HIV/AIDS Merajalela Setelah Pemprov Jatim Bubarkan Banyak Lokalisasi

#MADIUN - Tren penularan virus sejak 2011 tidak lagi penggunaan narkoba dengan jarum suntik tetapi cenderung melalui hubungan seksual secara bebas.

HIV/AIDS Merajalela Setelah Pemprov Jatim Bubarkan Banyak Lokalisasi
surya/sudarmawan
Sebanyak 30 Pekerja Seks Komersial (PSK) dan seorang mucikari diamankan petugas Polres Madiun dari puluhan warung remang-remang dan rumah karaoke illegal di jalur ringroad Desa Pajaran, Saradan, Kabupaten Madiun. 

SURYA.co.id | MADIUN - Direktur Yayasan Bambu Nusantara, dr Titik Sugianti, meyakini semakin banyak masyarakat terjangkit HIV/AIDS karena dampak pembubaran banyak lokalisasi oleh Pemprov Jatim. 

Seperti diketahui, lokalisasi yang sudah dibubarkan mulai dari Dolly di Surabaya, Guyangan di Nganjuk dan Gude di Desa Teguhan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

"Kebijakan Pemrov Jatim menutup lokalisasi itu baik. Tapi kalau penanganan paska penutupan tak dilanjutkan, para mantan PSK dari lokalisasi rawan membuka praktik di mana-mana," ujar dr Titik Sugianti kepada SURYA, Sabtu (9/5/20150).

Menurut dia, pemerintah sepertinya tidak memantau para mantan PSK setelah memberinya bekal keterampilan dan pesangon. "Ada kecenderungan malah dibiarkan, tak ditangani dan dipantau," paparnya.

Selama ini, kata Titik, temuan jumlah penderita HIV/AIDS di Kota dan Kabupaten Madiun terus menerus meningkat tajam setiap tahun.

Sedangkan tren penularan virus sejak 2011 tidak lagi penggunaan narkoba dengan jarum suntik tetapi cenderung melalui sanggama atau hubungan seksual secara bebas.

Jika ini dibiarkan, dikhawatirkan penularan virus mematikan itu semakin luas hingga merambah ke lingkungan keluarga. 

"Karena yang dinyatakan positif itu jelas punya suami dan anak atau keluarga. Ini akan menjadi fenomena gunung es yang harus dibongkar. Kalau melihat dampaknya, 5 tahun ke depan makin tak terbendung jumlahnya kalau tak ada penanganan serius dan bersinergi," tegasnya.

Oleh karenanya, selama ini Yayasan Bambu Nusantara yang bergerak di bidang penanggulangan HIV/Aids dan pendampingan penderita HIV/ Aids di Madiun semakin gencar memberikan pendidikan kepada masyarakat, melalui sosialisasi dan penyuluhan.

"Kami juga menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) masing-masing daerah untuk melakukan pendampingan masyarakat umum maupun penderita beresiko tinggi (peristi)," pungkasnya. 

Penulis: Sudarmawan
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved