berita Kab Madiun
Polisi Pastikan Mandor Perhutani Madiun Tewas karena Penyakit Bawaan
Mantan KBO Reskrim dan Kanit Buser Reskrim Polres Madiun ini, memastikan tidak ada tanda-tanda bekas kekerasaan di tubuh korban.
Penulis: Sudarmawan | Editor: Parmin
SURYA.co.id | MADIUN - Tim identifikasi Polres Madiun dan Polsek Wungu dibantu petugas Puskesmas Wungu memastikan Mandor Perhutani, RPH Bribis, BKPH Mojopurno, KPH Madiun, Purwanto (48) yang tewas mendadak di Rumah Dinas (Rumdin) karena penyakit bawaan. Sebelum meninggal, korban sempat berlatih pencak silat.
"Korban menghentikan latihan pencak silat itu, karena mengeluh perutnya sakit. Kemudian pulang ke Rumdin ini Buang Air Besar (BAB) mencret disertai darah. Jadi meninggalnya korban kemungkinan ada sakit pembawaan," terang Kapolsek Wungu, AKP Logos Bintoro, Jumat (08/05/2015).
Mantan KBO Reskrim dan Kanit Buser Reskrim Polres Madiun ini, memastikan tidak ada tanda-tanda bekas kekerasaan atau penganiayaan di tubuh korban. Selain itu, tidak ada tanda mencurigakan di sekitar jenazah korban.
Oleh karenanya, korban yang tak lain pria kelahiran 23 Juli 1967 ini paska diperiksa dan diotopsi luar dibawa ke rumah duka di Desa Gondosuli, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.
Sebelumnya diberitakan seorang Mandor Perhutani RPH Bribis, BKPH Mojorayung, KPH Madiun, Purwanto (48) ditemukan tewas mendadak di rumah dinas (Rumdin) di perbatasan hutan Desa Nglanduk, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun. Diduga, korban tewas akibat terserang angin duduk.
Warga Desa Gondosuli, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun ini ditemukan tewas di atas sofa rumdin Perhutani itu oleh warga sekitar yang hendak memberi makanan hajatan.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA