Rabu, 8 April 2026

Orsay Metamorfosa Stasiun menjadi Museum

Siapa sangka, Orsay, museum cantik yang selalu jadi jujugan turis ini adalah bekas stasiun kereta api?

Editor: Tri Hatma Ningsih
citizen/helene jean koloway
Aura stasiun masih tercium di museum Orsay, Paris, Prancis ini. 

Oleh : HELENE JEANE KOLOWAY
Ibu rumah tangga/penulis lepas/mukim di Prancis

BEGITU banyak museum bertaburan di kota cantik Paris. Yang paling terkenal adalah museum Louvre dengan jumlah pengunjung hampir 10 juta per tahun. Museum lain tak kalah cantiknya dengan berbagai koleksi lukisan adalah museum Orsay. Terletak di pinggir sungai Seine yang membelah Kota Paris, siapa sangka bila Orsay adalah bekas stasiun kereta api.

Berdiri tahun 1810 dengan nama Gare d ‘Orsay atau stasiun Orsay yang melayani tujuan barat daya dari Prancis. Karena terlalu pendeknya rel kereta yang ada untuk tujuan luar kota, pada 1939 fungsinya berubah menjadi stasiun untuk suburbnya Kota Paris. Baru pada 1986 fungsinya berubah menjadi museum art.

Di salah satu sisinya museum Orsay menghadap taman terkenal di Paris, Jardin Tuileries. Dengan dinding bagian luarnya yang bergaya klasik menghadap sungai Seine, dan sebuah jam raksasa menghiasi pintu masuk museum yang menyisakan jedak sebuah stasiun kereta api.

Memasuki Orsay, serasa masuk ke masa lampau saat kaki menuruni anak tangga di depan pintu masuk. Sisa-sisa stasiun masih tertinggal di koridor utama. Jendela kaca yang lebar dan langit-langit kaca menyerupai sebuah dome disangga besi-besi kokoh.

Di ujung koridor, jam dinding peninggalan Victor Laloux sang arsitektur, masih berfungsi dengan baik. Jam dinding yang seolah-olah mengingatkan kepada penumpang kereta untuk tidak ketinggalan kereta yang akan mereka tumpangi.

Di tengah koridor yang panjang terlihat patung-patung hasil pemahat terkenal dari dari berbagai dunia dengan gaya neoklasik, romantis, realist, hingga primitif.

Di sisi kiri dan kanan terdapat beberapa ruangan di mana berbagai koleksi dari pelukis terkenal seperti Monet, Sisley, Gaugin hingga Van Gogh dipamerkan. Jika museum Louvre terkenal dengan lukisan Monalisanya, maka maskot museum Orsay ini adalah karya Gustave Courbet (1866) berjudul L’origine du Monde.

Menapaki museum menuju lantai dua, akan terlihat dinding berornamen bunga mawar di antara jendela-jendela kaca menjulur hingga ke langit-langit museum.

Di lantai lima, akan didapati sebuah jam dinding raksasa menghadap ke sungai Seine. Dari sela-sela anak jarum jam yang berdetik, bisa diintip lalu-lalang kapal menyusuri sungai Seine. Oh ya, jangan lupa untuk berfoto ria di sini…

Dengan tiket masuk 10 Euro, selain bisa menikmati keindahan lukisan dari koleksi pelukis dan pemahat dunia, pengunjung juga bisa merasakan metamorfosa bekas stasiun kereta api yang masih terawat dengan baik yang disulap menjadi museum Orsay ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved