Uang Pasien Tak Disetorkan, Tiga Kasir Ini Bobol RS Rp 306 Juta
Aris mengaku bekerja di RS itu sejak 2006. Sedang Afrida sejak 2007 dan Novia sejak 2008.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | MALANG – Tiga kasir RS Wava Husada Kepanjen, Kabupaten Malang membobol system keuangan RS swasta tersebut.
Ketiga pelaku, Kasubnit Kasir ArisAlamsyah, dan dua staf kasir yaitu Rizki Novia dan Afrida Rikha.
"Jumlah kerugian RS sebesar Rp 309 juta berdasarkan hasil audit RS," jelas AKP Wahyu Hidayat, Kasat Reskrim Polres Malang, Selasa (28/4/2015).
Baca juga » Bendahara Pakai Dana Bencana Rp 2,1 Miliar Buat Menumpuk Kekayaan Pribadi
Yang melaporkan penggelapan uang itu adalah Muhammad Arif Surjadi, Direktur RS Wava Husada, September 2012.
Menurut penjelasan Aris, uang itu adalah uang setoran pasien yang sudah lunas. Penggelapan dilakukan selama setahun 2012-2013.
Modusnya, saat pasien membayar lunas biaya pengobatan di sana, yang disetorkan ke RS hanya sebagian.
Misalkan pasien membayar lunas Rp 6 juta diberi keterangan lunas. Tapi yang disetorkan hanya Rp 4 juta, dengan tanggal berbeda.
Sementara, yang Rp 2 juta masuk kantong komplotan kasir ini. Pengakuan Aries, ialah pembuat sistem keuangan di RS itu bekerjasama dengan IT.
Aris mengaku bekerja di RS itu sejak 2006. Sedang Afrida sejak 2007 dan Novia sejak 2008.
"Saya tidak pernah sendiri memakai uang itu. Biasanya saya bagi dua atau tiga," aku Aris.
Baca juga » Pakai Jimat Kain Putih, Pencuri Ini Yakin Kebal Peluru, Nyatanya Tidak!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/2804kasir-mawa_20150428_165729.jpg)