Pendidikan Tinggi di Surabaya
Fakultas Kedokteran Hewan Unair Kukuhkan Guru Besar Ilmu Kemandulan Sapi
#SURABAYA - Urusan sapi mandul ada juga ahlinya. Prof Dr Herry Agoes Hermadi drh Msi akan dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu kemajiran.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Banyak sapi di Jawa Timur yang ternyata mengalami kemandulan. Sering ada laporan, sapi betina yang semula diketahui hamil ternyata mengalami keguguran. Kondisi ini tentu saja mengancam produksi sapi di Jatim.
Nah, terkait urusan sapi mandul ini ada juga ahlinya. Prof Dr Herry Agoes Hermadi drh Msi akan dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu kemajiran (kemandulan) oleh Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Sabtu (25/4/2015).
Menurut Herry, kemandulan pada hewan ternak sapi di Jatim termasuk darurat.
“Penelitian menunjukkan bayak sapi betina yang mengalami masalah reproduksi sapi. Sudah positif hamil namun bisa keguguran,” terangnya ketika jumpa pers di Unair, Kamis (23/4/2015) siang.
Herry menyebutkan hal itu disebabkan karena beberapa faktor. Di antaranya Infectius Micro Organism dan Defesiensi unsur pakan.
“Adanya unsur bakteri dalam pakan hewan ternak merupaka faktor kemandulan utama,” jelasnya.
Selain itu juga penyakit Brucellosis yang menular dari hewan ke manusia, bahkan dari hewan lain.
Misalnya kambing ke sapi atau sebaliknya. Sehingga dapat menyebabkan terjadinya keguguran pada usia kehamilan memasuki usia 5-8 bulan.
Penanganan bakteri itu ialah bisa dilakukan dengan cara pengikatan antigen dan antibodi brucella untuk mendeteksi tingkat aborsi dari hewan ternak.
Namun cara ini masih belum dipatenkan di Indonesia namun di luar negeri sudah digunakan.
Dalam jumpa pers ini juga hadir pemilik peternakan sapi perah di Malaysia, Dato' Mohd Nor Abd Wahid.
Ia mengajak Herry untuk melakukan kerjasama dalam mengembangkan peternakan sapi yang selama ini sudah ekspor.
Ia mengatakan kalau di dunia peternakan membutuhkan orang ahli seperti Herry. “Peternakan hewan membutuhkan orang-orang ahli dalam bidangnya. Sehingga mampu mengembangkan produksi sapi yang berkualitas. (sun)
