Pria Tewas Dibunuh
Darah Berceceran dari Rumah Kos Tak Jauh dari Mayat
"Tapi saya tidak tahu namanya karena yang melayani bukan saya. Dua hari yang lalu lihat - lihat suasana kos. Hari ini rencananya masuk," paparnya.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Yoni
SURYA.co.id|BANGKALAN - Tetesan darah ditemukan di pintu masuk hingga pelataran rumah kos, sekitar 10 meter dari lokasi ditemukannya mayat Mr X dengan perut sobek usus terburai, lengan kiri nyaris patah, dan luka tebasan di leher kiri, Minggu (19/4/2015).
Atas temuan ceceran darah itu, polisi langsung memasang police line di rumah kos berpagar besi.
Pintu pagar dengan cat berwarna hitam itu dalam kondisi terkunci.
Sebuah sepada motor Honda Vario 125 warna merah denan nopol M 5896 HQ tanpa kunci terpakir di dalam pagar rumah kos.
Petugas kepolisian masuk dengan cara memanjat pagar menggunakan tangga.
Rumah kos yang diketahui milik Misjawi, warga Karang Penang, Sampang itu memiliki lima buah kamar.
"Bapak Misjawi berada di Malaysia. Saya dipasrahin menjaga dan kelola rumah kos," tutur Junaidi (37), warga Sampang yang mengaku keponakan Misjawi saat ditemui di Mapolres Bangkalan.
Dari lima kamar itu baru terhuni satu kamar. Itu pun ditinggal penghuninya yang berprofesi sebagai tukang.
"Dia teman saya, sudah pulang seminggu yang lalu karena persiapan kawin," jelasnya kepada SURYA.co.id.
Ia memaparkan, seorang perempuan rencananya akan menempati satu buah kamar yang terletak paling ujung di sisi utara.
Sebagian perlengkapannya sudah berada di dalam kamar.
"Tapi saya tidak tahu namanya karena yang melayani bukan saya. Dua hari yang lalu lihat - lihat suasana kos. Hari ini rencananya masuk," paparnya.
Junaidi yang berprofesi sebagai tukang bangunan itu mengaku saat kejadian, dirinya tengah menggarap rumah di kawasan Desa Martajasah.
"Saya ditelpon saat jam istirahat. Sedianya, kamar - kamar di sana diperuntukkan bagi pasangan suami istri," tandas Junaidi yang kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Bangkalan.
Dari rumah kos yang baru dibuka sebulan yang lalu, polisi membuka paksa kamar paling utara.
Di dalamnya, tumpukan pakaian dan tiga bungkus nasi (satu bungkus sudah dimakan) disita petugas. Dua selonsong celurit ditemukan di pelataran rumah kos.
"Ini motifnya belum diketahui. Siapa dan dari mana asal korban juga belum diketahui. Mungkin sempat duel karena kami menemukan dua selongsong celurit," ungkap Kasat Intel Polres Bangkalan, AKP Hamed.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rumah-kos-tpm-bunuh_20150419_145555.jpg)