Senin, 13 April 2026

Profil

Tulis Petisi Arema, Ganis Disatru Wali Kota Batu

Aremanita yang satu ini mempunyai kebiasaan unik, membentangkan Syal Aremania di stadion-stadion di Eropa, di Old Strafford dan Wembley Stadium.

Penulis: Aditya Dwi Setianto | Editor: Wahjoe Harjanto
surya/aditya dwi setianto
Ganis Rumpoko 

SURYA.CO.ID | MALANG - Kesan pertama mengenai petisi online yang ditulis Ganis Rumpoko (25) yang tak lain putri Wali Kota Batu Eddy Rumpoko, cukup mengejutkan, karena langsung diikuti tanda tangan lebih dari 1.000 orang.

Mengenakan kaos berwarna abu-abu dan celana jeans tiga perempat, ia sedang duduk di teras rumahnya yang berada di area perumahan mewah disamping Malang Town Square.

Tulisan Ganis tersebut muncul ketika banyak orang mencaci-maki, lebih menyudutkan keputusan BOPI, namun dalam petisi tersebut ia memaparkan sudut pandang yang lain.

“Banyak orang yang mencaci-maki keputusan BOPI di media-media online. Saya sendiri selaku suporter awam tidak mengerti masalah legalitas yang secara transisi kok dibingungkan dengan hal itu,” ujarnya kepada Surya, Jumat (3/4/2015).

Ia juga memberikan contoh sederhana kepada wartawan, ketika mencari nama ‘Aremafc’ dimesin pencari (search engine/google) yang keluar utama di halaman Wikipedia, Arema dikelola oleh PT Pelita Jaya Cronous.

“Disitu juga tidak dijelaskan perubahan Arema Indonesia ke Arema Cronus seperti apa, sampai sekarang saya tidak mengerti bahwa katanya PT Pelita Jaya Cronus masih pakai nama PT Arema Indonesia. Dari hal itu menjelaskan bahwa dari segi media officer belum beres memberitakan ke publik hingga muncul PT Arema Cronus,” papar gadis cantik berkulit sawo matang itu.

Ia juga menjelaskan, BOPI juga ada salahnya karena bagian mana yang tidak jelas atau dilegalkan sehingga membuat Arema tidak lolos verifikasi. Baiknya, masing-masing harus berkaca diri.

“Ditulisan tersebut, sesuai kapasitas, saya ingin memberikan sudut pandang yang berbeda mengenai BOPI dan saya benar-benar tidak menyangka bahwa petisi yang saya tulis sampai diikuti 1.000 lebih dan direspon begitu cepat oleh masyarakat, bahkan oleh pihak manajemen Arema sendiri,” lanjut Ganis.

Ketika ditanya kebenaran Jumat (3/4/2015), Ganis bertemu dengan CEO Arema Cronus Iwan Budianto, dijawab belum terjadi karena yang harusnya bertemu jam 17.00 WIB namun Iwan Budianto beralasan masih mengurus izin ke Kapolres.

“Saya tahu pihak manajemen Arema sedang sibuk akhir-akhir ini dan tuntutan saya jelas dan menurut saya itu mudah jika Arema Cronus mempunyai legalitas yang seperti apa, proses perpindahan pengurus satu kepengurus lainya itu seperti apa, bukti-buktinya apa, di share saja. Sedangkan saya sendiri jika dijelaskan mengenai hukum-hukumnya juga tidak mengerti," lanjut Ganis.

“Kemarin (2/4/2015) sempat dihubungi langsung oleh CEO Arema Iwan Budianto dan menjelaskan sama saya proses itu, namun saya berharap tidak dijelaskan kepada saya saja namun juga dijelaskan kepada publik dan jelas hitam diatas putihnya atau lewat halaman resminya Arema,” tandasnya.

Iwan Budianto juga bercerita kepada Ganis tentang adanya tuntutan dari Arema IPL dahulu dan ditelepon itu Ganis menceritakan bahwa apa yang ditulis murni atas kemauannya sendiri, tidak ada tendensi untuk membela yang mana karena tidak mengerti adanya perpecahan atau apapun.

“BOPI sendiri tidak menjelaskan verifikasinya seperti apa, dan saya merasa ada yang tidak beres dari tubuh Arema sendiri. Saya tidak tahu mau berkomentar apa kalau begitu adanya,” ujar Ganis sambil tersenyum.

Semenjak Arema pecah ISL dan IPL, Ganis pun memilih untuk berdiam dan berkomitmen untuk tidak hadir menyaksikan laga secara langsung di stadion karena tidak ingin ikut campur masalah itu.

“Sejak terpecahnya Arema di ISL dan IPL saya mending jadi penonton yang bungkam (silence sporter) dan hanya menonton dari layar televisi saja, lihat berita secara online. Terkait petisi ini merupakan hal pertama yang saya rasakan, maksud saya hanya sekedar edukasi mengenai sudut pandang yang berbeda saja,” ujar Ganis.

Halaman 1/2
Tags
ISL 2015
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved