Kamis, 16 April 2026

Eksklusif Siswa Sarapan Narkoba

Pil Yang Beredar Bukan Buatan Home Industry, Polisi Curigai Pabrik Farmasi

Selama ini, para pengedar menggunakan mata rantai putus, sehingga polisi kesulitan melacak asal-usul obat terlarang itu.

surya/sudarmawan
Dua tersangka pengedar narkoba yang ditangkap Polres Ponorogo beserta barang buktinya, Rabu (1/4/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengedar pil koplo tidak hanya mengincar pelajar di Surabaya, melainkan juga di Kediri, Jember, Ponorogo, dan Blitar.

Di Ponorogo, jajaran satreskoba polres meringkus dua pengedar narkoba, yakni Agus Kenthus (26) dan Erwin Cahyo (32), Rabu (1/3/2015).

Dari tangan dua tersangka, polisi menyita 1.215 butir pil koplo.

“Sasaran mereka pelajar dan anak-anak remaja yang biasa nongkrong," ujar Kasatreskoba Polres Ponorogo AKP Basuki Dwi Koranto.

Agus Kenthus disergap di tengah jalan di Kec Jetis, usai transaksi dengan sejumlah pelajar di sana.

Di tas tersangka masih tersisa 196 butir pil double L. Ia mengaku mendapatkan barang itu dari Erwin Cahyo (32), juga warga Jetis.

Dari tangan Erwin polisi menyita 200 butir. Hasil penggeledahan intensif menemukan 1.215 pil setan itu. Rinciannya, di rumah Agus ada 570 butir dan Erwin 647 butir.

Erwin mengaku menjual pil koplo itu Rp 10.000 per paket berisi 10 butir. Agus kemudian menjualnya lagi Rp 10.000 per 8 butir.

“Karena sasarannya pelajar, sistem jualannya paket hemat (pahe),” katanya.

Baca juga:

#Eksklusif : SISWA SARAPAN NARKOBAEntah apa dalam pikiran ibu ini, bukan melindungi buah hatinya malah menjadikan anak-anaknya pecandu #narkobaBaca ===> http://goo.gl/S3bz4H

Posted by SURYA Online on Wednesday, April 1, 2015

Mereka akan dijerat Pasal 196 UU Kesehatan RI 2009 dengan ancaman 9 tahun penjara.

Tak hanya di Ponorogo, di Kota Kediri, selama 2013, polisi berhasil menangkap 98 pengedar dengan 352.657 butir pil doubel L.

Angka ini meningkat pada 2014, dengan 120 pengedar serta 545.666 butir pil koplo.

Pil double L yang banyak beredar di Kediri dipastikan produk pabrikan farmasi, bukan hasil home industri.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/2
Tags
narkoba
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved