Kamis, 16 April 2026

Gerakan Sadar Kebaikan Buku

Sedekah Ilmu Lewat Berbagi Buku Juga Bisa Bikin Kaya

"Tak hanya sepeser uang yang kita bagikan, sebuah ilmu dalam wujud buku adalah sedekah yang dapat menjadikan kita kaya sejatinya," terang Fajar.

Penulis: Benni Indo | Editor: Yuli
SURYA.co.id/Benni Indo
Ahmad Fajarisma Budi Adam (27), penggagas Gerakan Sadar Kebaikan Buku. 

SURYA.co.id | MALANG - Jika pada umumnya orang memilih menyumbangkan uang atau keperluan sandang pangan kepada anak-anak di Yayasan Kesejahteraan Sosial Anak (istilah pengganti panti asuhan), bagi Ahmad Fajarisma Budi Adam (27) itu terbilang biasa.

Baginya, menyumbang dalam bentuk materi tidak memiliki "umur" panjang. Maka dari itu, pria asal Banyuwangi itu memiliki cara lain dalam berbagi dengan kesan yang "abadi". Fajar, panggilan akrabnya, memilih berbagi ilmu lewat cara berbagi buku.

"Tak hanya sepeser uang yang kita bagikan, sebuah ilmu dalam wujud buku adalah sedekah yang dapat menjadikan kita kaya sejatinya," terang Fajar.

Mendung dan angin kencang menyapa saat Surya menemui Fajar di sebuah gapura perbatasan antara Kota Malang dengan Kabupaten Malang, Rabu (25/3/2015).

Ia mengenakan kaos putih, celana hitam dan bersandal japit. Tas hitamnya terselempang ke arah kiri. Tampilannya sangat sederhana. Tapi siapa sangka, ia adalah satu di antara tiga orang yang mendirikan Gerakan Sadar Kebaikan Buku (GSKB) pada 7 Januari 2013 lalu.

Bersama dua orang lainnya, Rika Farhani (21) dan Kukuh Martha Afni (33). Fajar menggagas GSKB. GSKB didirikan atas keprihatinannya akan keberadaan anak-anak di Yayasan Kesejahteraan Sosial Anak (YKSA). saat ini ada 12 orang yang menjadi pengurus tetap di GSKB.

GSKB sengaja menyasar kepada anak-anak yang berada di YKSA. Menurut Fajar, saat ini anak-anak yang berada di YKSA cenderung dinilai terbelakang dalam pendidikan. Hal itu coba dihapus oleh GSKB agar masyarakat melihat bahwa anak-anak di YKSA tidak jauh berbeda dengan anak-anak lainnya.

Fajar ingin anak-anak yang berada di YKSA mendapat dukungan untuk mengembangkan potensi dirinya. GSKB pun menjadi pioner dalam merealisasikan hal itu. Setiap bulan, GSKB rutin berbagi buku kepada anak-anak yang berada di YKSA daerah Malang Raya. Buku-buku yang dibagikan bukanlah buku pelajaran, melainkan buku-buku yang bernuansa motivasi.

"Kami berbagi buku motivasi kepada anak-anak, karena kalau buku-buku pelajaran pasti sudah didapat di sekolah," kata lulusan S2 Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang itu, Rabu (25/3/2015).

GSKB biasanya membagikan lima hingga enam kardus buku. Jika dijabarkan, ada sekitar dua ratusan buku yang dibagikan kepada anak-anak di YKSA.

Saat ini, sudah ada 28 YKSA yang sudah didatangi Fajar bersama GSKB. Di antaranya berasal dari yayasan di Kecamatan Turen, Pakis, Batu, Bumiaji, Karangplosos, Junrejo, Sukun, Jabung, Sumberporong, Gondanglegi, dan beberapa daerah lainnya.

Awalnya, Fajar bersusah payah mencari partner untuk bekerja sama dengan GSKB. Buku-buku yang dibagikan pun hanya sebatas buku tulis yang dananya diperoleh dari uang saku sendiri. Namun, begitu gerakannya terlihat oleh orang, banyak kalangan menawarkan diri sebagai donatur.

Perlahan namun pasti, buku-buku yang disumbangkan oleh GSKB pun semakin banyak berkat bantuan donatur. Bahkan, ada beberapa kelompok yang menyumbangkan uang dan pakaian ke GSKB.

"Uang yang kita terima kami konversikan menjadi buku. Pakaiannya kami jual untuk diuangkan. Hasilnya juga untuk dibukukan," terang pria yang sempat menjadi vokalis grup nasyid itu.

Tidak hanya itu, saat ini Fajar tengah mendata 50 anak yang akan dipilih untuk menjalani khitanan masal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved